Tepuk-tepuk menduduk
Usap-usap air mata
Tarik-ulur napas lega
Tatap kosong bagai nestapa
Terngiang-ngiang wanginya
Menggila saya dibuatnya
Bila rindu cengkrama, bagaimana?
Berdoa pada Sang Kuasa?
Alangkah nestapa
Bergejolak dalam dada,
Maut datang bertemu tolan
Menjawab tanya ‘siapa teman yang paling dekat dengan sahaya?’
Bersegeralah,
Bersegeralah,
Tak tentu datangnya,
Tak tentu siratan maknanya