Sun, 21 April 2024

Sejarah dan Fakta Dibalik Lahirnya Hari Donor Darah

Reporter: Siti Hanif F | Redaktur: Zahra Pajriyanti A | Dibaca 202 kali

Tue, 13 June 2023
Ilustrasi by Pinterest.com

JURNALPOSMEDIA – Setiap tahunnya tanggal 14 Juni diperingati sebagai Worl Blood Donor Day atau Hari Donor Darah Sedunia. Donor darah merupakan kegiatan sosial berbasis kemanusiaan yang bertujuan untuk menolong sesama manusia dengan mendonorkan atau menyumbangkan sebagian darah kita secara sukarela.

Setiap donasi darah merupakan pemberian atau hadiah berharga bagi orang yang membutuhkan. Sebab, hanya dengan menyumbangkan sebagian darah bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Kegiatan donasi yang dilakukan juga menjadi salah satu penolongan dan penanganan yang aman untuk dilakukan secara berkelanjutan.

Sampai saat ini, aksi atau kegiatan mendonorkan darah masih terus dilakukan. Dengan adanya Hari Donor Darah yang dikenang dan diperingati setiap tahunnya, dapat mengundang rasa kepedulian sesama manusia yang bisa memunculkan lebih banyak lagi masyarakat yang mau menjadikan dirinya sebagai pendonor.

Sejarah dan Fakta Hari Donor Darah

Terciptanya kegiatan donor darah berawal dari adanya sebuah eksperimen seorang ilmuwan bernama Richard Lower, yang saat itu mulai mempelajari dan mempraktikkan pada hewan dan berhasil melakukan transfusi darah pada dua ekor anjing.

Kemudian pada tanggal 15 Juni 1667, percobaan donor darah terhadap manusia dilakukan pertama kalinya oleh dokter Jean Baptise Denis yang memberikan sekitar 12 ons darah domba kepada seorang pria muda yang sedang mengalami demam.

Setelah dinyatakan sembuh dari hasil percobaan tersebut, akhirnya Denis kembali melakukan transfusi lain yang juga berhasil. Namun, pada percobaan berikutnya sempat gagal karena dari hasil pendonoran tersebut beberapa pasiennya meninggal dunia dan dia dituduh telah melakukan pembunuhan.

Dari kasus kegagalan tersebut, Denis dibawa ke pengadilan kemudian dibebaskan dengan persetujuan tidak ada lagi praktik transfusi darah. Larangan tersebut pun dipatuhi dan tidak lagi digunakan dalam pengobatan umum sampai pertengahan abad ke-19.

Banyaknya eksperimen tersebut nyatanya menjadi pemantik awal lahirnya pemahaman dan ilmu mengenai pendonoran darah. Pada tahun 1901, munculah ilmuwan bernama Karl Landsteiner yang memberikan pengarahan secara khusus mengenai pembagian darah.

Ide dan pengetahuan Karl tersebut kemudian dijadikan sistem dalam menenentukan aksi pendonoran darah dan ia juga mendapatkan penghargaan Nobel.

Berdasarkan kesepakatan dari sejumlah organisasi di dunia, akhirnya Hari Donor Darah berhasil dicetuskan pada tahun 2004. Satu tahun setelahnya, Majelis Kesehatan Dunia ke-58 menetapkan tanggal 14 Juni sebagai Hari Donor Darah untuk diperingati secara global setiap tahunnya karena juga bertepatan dengan hari lahir Karl Landsteiner.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments