JURNALPOSMEDIA.COM – Beberapa hari yang lalu, UIN Bandung menggelar perhelatan wisuda ke-68 secara outdoor, Minggu (17/09/2017) bertempat di Kampus dua Jalan Soekarno Hatta. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kampus dua menjadi pilihan untuk tahun ini dikarenakan adanya beberapa pertimbangan dari pihak kampus.
Pertama, karena kuota calon wisudawan yang melonjak tinggi berjumlah 2806 mahasiswa, dari 1006 jumlah mahasiswa laki-laki, dan 1798 untuk calon wisuda perempuan, dengan jumlah tersebutlah yang tidak memungkinkan untuk melaksanakannya di Kampus satu. Kedua, pihak kampus juga telah merencanakan untuk menyewa gedung diluar kampus, namun rencana ini tidak terpenuhi dikarenakan telat mendaftar, penyewaan gedung seharusnya dilakukan dari beberapa bulan sebelumnya.
Hal ini diperjelas oleh Kasubag Humas UIN Bandung Rohman Setiaman, bahwa pihak kampus tidak menyangka jumlah yang mendaftar untuk wisuda kali ini diluar perkiraan. “Padahal dua minggu sebelumnya hanya berkisar 1.500 mahasiswa, tapi semakin dekat waktu pelaksanaan semakin melonjak naik pendaftarnya,” ungkap Rohman saat diwawancarai Jurnalposmedia, Rabu (20/09/2017).
Dengan keputusan tersebut, akhirnya beberapa hari sebelum pelaksanaan wisuda birokrat kampus menyiapkan berbagai persiapan dengan semaksimal mungkin. Diantaranya, menyediakan fasilitas kursi dengan jumlah 6000 khusus untuk orangtua/wali calon wisudawan/i, serta bekerjasama dengan pihak kepolisian dari Kapolda Jawa Barat, Kapolsek Gedebage, dan Kelurahan Cimincrang.
Namun, salahsatu wisudawati Jurusan Jurnalistik Elka Nauly, merasakan kekecewaannya terkait tempat wisuda yang disediakan kemarin, karena menurutnya fasilitas yang disedikan masih kurang dan akibatnya banyak orangtua/wali tidak mendapatkan tempat duduk. “Terutama orangtua saya pribadi mereka tidak mendapatkan tempat duduk sama sekali, seharusnya tamu undangan benar-benar diberikan fasilitas yang nyaman minimal tempat duduk,” ujar Elka, Senin (18/09/2017).
Menanggapi keluhan yang dirasakan oleh wisudawati tersebut Kasubag Humas, Rohman Setiaman, menuturkan harapan kedepannya yaitu dengan mempersiapkan lebih detail, bahkan akan lebih memperketat sistem kuota calon pendaftar dengan memberi batasan jumlah calon wisudawan. “Wisuda yang kemarin akan menjadi bahan evaluasi lagi untuk kedepannya, agar kesalahan ini dapat diperbaiki dengan berharap tidak akan terjadi lagi.” tutup Rohman.