JURNALPOSMEDIA.COM–Pembangunan irigasi yang bertujuan untuk perairan Waduk Jati Gede, Sumedang telah mencapai 90 kilometer. Dengan berawal dari sungai Copong di Jalan Kyai H. Hasan Arif, Sukasenang, Garut, Sabtu (13/05/2017)
Pengawas irigasi, Komar mengatakan bahwa target pembuatan ini tidak dapat diperkirakan. Terdapatnya hambatan dari Ormas GIBAS (Gabungan Inisiatif Anak Siliwangi) yang melakukan demo disetiap kampung atas rusaknya perairan, pertanian serta banyak rawa-rawa. “Mereka mengancam akan mengambil kunci doser jika perairan tidak dibenahi,”kata Komar
Walaupun pembangunan sudah berlangsung tiga minggu dan pembuatan saat ini sudah sampai di Kampung Pasanggrahan, Kersamanah, Garut. Namun, masyarakat Kampung Pasanggrahan mengalami kerusakan lahan pertanian dan masalah perairan serta air bersih yang tidak mengalir ke pemukiman warga. Sehingga, menuai kontra bagi organisasi masyarakat Pasanggarahan.
Salahsatu Pegawai Proyek Irigasi, Oni Saputra menanggapi permasalahan rusaknya lahan pertanian dan perairan akibat irigasi tersebut, “Sebelumnya sudah ada perjanjian dengan pemerintah. Jangan ada yang bertani di tahun 2017 dan akan ada perbaikan untuk hal tersebut,” ujarnya saat ditemui Jurnalposmedia, Minggu (14/05/2017)
Dengan menghancurkan beberapa lahan pertanian, namun sebagian warga merasa senang dengan adanya irigasi tersebut. Salahsatunya petani asal Kampung Pasanggrahan, Atep “Saya senang dengan adanya irigasi ini. Apalagi selain irigasi akan ada pembuatan jalan raya juga. Kampung ini akan ramai seperti kampung dekat kota.”tutupnya