Fri, 21 June 2024

Muhammad Afif Sholahudin: Faktor Internal dan Eksternal Mempengaruhi Proses Edukasi Seksual

Reporter: Farsya Sabila/Siti Hanif | Redaktur: M. Rizky Pratama | Dibaca 229 kali

Sat, 25 June 2022
Jumanji
Suasana Jurnalistik Mari Mengaji (Jumanji), Jumat (24/6/22) di Teras Masjid Iqamah UIN Bandung.

JURNALPOSMEDIA.COM – Bidang Intelektual dan Sosial Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurnalistik kembali menggelar Jurnalistik Mari Mengaji (Jumanji) di Masjid Ikomah UIN Bandung, Jumat (24/6/2022). Kegiatan bertajuk “Sex Education Dalam Pandangan Islam” ini mengkaji bagaimana generasi muda harus menyikapi banyaknya kasus pelecehan seksual.

Peneliti LIKES (Lingkar Kajian Ekonomi Syariah), Muhammad Afif Sholahudin berpendapat bahwa kasus pelecehan seksual di perguruan tinggi semakin meningkat sejak 2021 sampai 2022. Hal ini menunjukkan bahwa masih rendahnya edukasi seksual di Indonesia.

Afif menilai, kesadaran akan pentingnya edukasi seksual saat ini bisa meningkat jika didukung oleh beberapa faktor.

“Salah satu faktornya tidak bisa dipungkiri memang faktor internal dari keturunan, tapi bisa juga dipacu oleh faktor eksternal, misalkan mengonsumsi informasi-informasi dari luar,” jelasnya.

Menurut Afif, edukasi soal seksualitas merupakan hal yang dasar seputar sistem pergaulan dalam Islam yang harus dipahami setiap individu, termasuk generasi muda.

Sex education dalam pandangan Islam itu hal yang dasar seputar sistem pergaulan dalam Islam. Belajar seputar edukasi seksual itu bukan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi juga untuk mendidik dan memikirkan bagaimana generasi penerus mereka,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa Jurnalistik, Marliah mengatakan, setelah mengikuti kegiatan kajian, ia mendapatkan wawasan baru sekaligus menambah ilmu tentang edukasi seksual dalam pandangan Islam.

“Mungkin lebih ke mendapat wawasan baru. Apalagi ini termasuk acara rutin di Jurnal (jurusan Jurnalistik), ada siraman rohani dan menambah ilmunya,” ungkapnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments