Tue, 9 June 2026

Menghidupkan Literasi di Sudut Masjid : Pameran dan Bazar Buku Pragya Loka Bersama Pasar Boekoe

Reporter: Aqila Naila Fitri | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 127 kali

Sumber foto: Aqila Naila Fitri

JURNALPOSMEDIA.COM Suasana tampak berbeda di Masjid Iqomah UIN Bandung sejak Rabu (22/4/2026) hingga akhir Mei mendatang. Pameran dan bazar buku hasil kolaborasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Pragya Loka dan Pasar Boekoe hadir mengisi pelataran masjid. Acara ini awalnya hanya diselenggarakan selama dua minggu, namun melihat tingginya antusiasme pengunjung, penyelenggara memperpanjang kontrak hingga Minggu (31/5/2026).

Memasuki area masjid, mata akan langsung dimanjakan dengan buku-buku yang berjajar rapi di atas meja panjang. Ratusan judul buku dengan sampul warna-warni menciptakan kontras yang menarik. Di tengah cuaca Bandung yang tidak menentu, seperti hujan hingga panas terik, area pelataran masjid menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga kondisi buku.

Kasir Bazar, Usman menceritakan bahwa perpanjangan kolaborasi ini merupakan keputusan mendadak didasari banyaknya minat pembeli. Ia mengamati bahwa kunjungan mahasiswa sangat bergantung pada waktu istirahat dan pergantian jam kuliah. Menurutnya pengunjung akan memadati bazar setelah waktu shalat.

“Alhamdulillah seingat saya itu setiap jam istirahat ba’da Zuhur dan ba’da Asar. Kadang ramai juga ba’da Magrib karena bertepatan dengan waktu pergantian jam perkuliahan mahasiswa dari siang ke sore atau sore ke malam,” ujar Usman saat diwawancarai Jurnalposmedia, Selasa (12/5/2026).

Selain itu, Usman juga menjelaskan koleksi buku yang dibawa kali ini bersifat umum, mulai dari fiksi hingga buku pengetahuan umum yang populer. Hal ini dikarenakan stok buku berasal dari gudang perusahaan yang sedang dikosongkan melalui tiga pameran serentak di wilayah Bandung, termasuk Cimahi Mall dan Ubertos.

Salah seorang pengunjung, Aulia Hayyu Fiidinillah yang memiliki hobi mengoleksi buku, berpendapat bazar ini sangat menarik karena diadakan di masjid. Menurutnya, masjid yang biasanya digunakan untuk beribadah dan beristirahat kini memiliki daya tarik tambahan.

”Kalau ke masjid kan biasanya cuma duduk-duduk, makan, salat, dan sebagainya. Nah, pas waktu itu tiba-tiba ada banyak tumpukan buku gitu, kebetulan suka koleksi juga. Terus ada poster katanya Rp100.000 dapat tiga, itu kan lumayan banget ya,” jelas Aulia dengan semangat.

Aulia juga menilai posisi bazar ini sudah sangat strategis, karena Masjid Iqomah merupakan pusat mobilitas mahasiswa UIN Bandung dari berbagai fakultas. Ia juga menemukan karya-karya populer dari penulis seperti J.S Khairen dengan harga murah. Dan baginya ini adalah kesempatan menambah koleksi yang sempat terhenti karena kesibukan kuliah.

Keberadaan pameran dan bazar buku Pragya Loka bersama Pasar Boekoe di masjid ini membuktikan bahwa masjid bisa menjadi ruang literasi yang nyaman. Di sini batas antara duniawi dan akhirat terhapuskan dengan jajaran buku yang tertata rapi di pelataran masjid.

Melalui pameran dan bazar ini diharapkan budaya membaca dapat semakin hidup. Ke depannya diharapkan kolaborasi serupa dapat terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak judul buku serta meningkatkan minat literasi mahasiswa baik untuk menunjang kebutuhan akademik maupun kebiasaan positif masing-masing individu.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama