Sun, 7 June 2026

Magnet Kuliner Cibiru: Surabi Seblak yang Menggoda Lidah Mahasiswa Hingga Ibu-Ibu

Reporter: Ririn Yuliani | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 148 kali

Sumber foto: Ririn Yuliani/Magang

JURNALPOSMEDIA.COM – Surabi yang biasanya dikenal dengan jajanan tradisional dengan rasa manis atau gurih, kini hadir dengan topping seblak pedas dan gurih. Perpaduan antara surabi yang gurih lalu ditambah seblak yang pedas menjadi inovasi baru jajanan yang cukup diminati, khususnya di kalangan mahasiswa. Penampilannya yang unik turut menarik perhatian pembeli.

Penjual surabi, Eti Rohaeti mengungkapkan bahwa usaha ini sudah dijalankan dari 2017. Tetapi untuk usaha surabi tanpa topping telah ia rintis lebih dulu sejak 2010.

“Alasan utama menjual surabi topping seblak ini karena, ingin beda dari yang lain, kalau orang-orang menjual yang biasa nah saya ingin menciptakan topping yang lain karena masyarakat menyukai seblak pedas. Tetapi untuk seblak ini saya tidak membuatnya sendiri tapi ambil dari orang juga,” ujar Eti saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026).

Target utama jajanan ini adalah mahasiswa, dan ibu-ibu yang menyukai makanan pedas. Beberapa varian topping yang tersedia antara lain seblak makaroni telur, makaroni pedas, makaroni telur pedas oncom, serta kerupuk seblak telur. Meski menggunakan bahan seblak dengan cita rasa khas kencur, penjual tetap berupaya menjaga karakter rasa surabi.

“Saya mencari tester dahulu untuk memilih mana kerupuk yang cocok dijadikan topping seblak,” tuturnya.

Menurut Eti, lokasi berjualan saat ini yang berada di kawasan Cibiru dinilai cukup strategis karena dekat dengan Bundaran Cibiru. Hal ini membuat tidak hanya mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum tertarik untuk mencoba. Sejumlah pembeli bahkan kembali datang setelah merasakan perpaduan rasa gurih dan pedas yang ditawarkan.

Ia juga menjelaskan bahwa selama ini tidak mempromosikan jajanan tersebut secara khusus melalui media sosial, melainkan berkembang dari mulut ke mulut serta pengalaman pelanggan.

“Pernah ada tiktok yang meliput jajanan ini nah mungkin ini yang menjadikan tempat saya viral, lalu juga sekarang banyak mahasiswa yang selalu jajan lalu diunggah ke media sosial juga,” katanya.

Salah satu pembeli, Ani Oktaviani mengaku tertarik dengan surabi topping seblak karena perpaduan adonan yang gurih ditambah dengan seblak yang pedas. Ia menyebut salah satu menu favoritnya adalah surabi seblak telur.

“Jajanan ini cocok untuk dijadikan makanan khas Jawa Barat, karena perpaduan seblak dan surabi yang khas akan menjadi inovasi baru,” ujarnya.

Surabi topping seblak kini menjadi salah satu contoh kreativitas dalam pengembangan kuliner lokal. Perpaduan antara makanan tradisional dan cita rasa modern menunjukkan bahwa surabi dapat terus berinovasi mengikuti selera masyarakat. Dengan variasi topping dan karakter rasa yang khas, jajanan ini tetap diminati, terutama di kalangan mahasiswa.

 

 

 

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama