Fri, 24 July 2026

Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius

Reporter: Ririn Yuliani | Redaktur: Sahara Putri Amiliana | Dibaca 13 kali

Sumber foto: Freepik

JURNALPOSMEDIA – Gelombang Panas di Jepang menjadi perhatian masyarakat. Japan Meteorological Agency (JMA) atau Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan heatstroke,  suhu ekstrem yang menembus 40 derajat Celcius di beberapa wilayah. Fenomena cuaca esktrem ini terjadi pada 21-22 Juli 2026 dan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Di beberapa kota, termasuk Kumagaya dan Nagoya, suhu udara diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Sementara itu, Kota Kuwana di Prefektur Mie mencatat suhu hingga 40,6 derajat Celsius tercatat pada Rabu (22/7/2026). Kondisi tersebut JMA memperkenalkan istilah “kokushobi”, yaitu  meteorologi baru yang digunakan untuk menggambarkan  hari dengan suhu mencapai 40 derajat Celcius atau lebih.

Dilansir dari ANTARA, menurut Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo, sebanyak 287 orang berusia antara 3 hingga 103 tahun dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (21/7/2026) di Tokyo karena diduga mengalami heatstroke. JMA mengimbau masyarakat untuk menggunakan pendingin ruangan, minum air secukupnya, serta menghindari aktivitas di luar ruangan berdurasi panjang.

Gelombang Panas di Jepang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Dilansir dari Reuters, Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang melaporkan 4.580 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas selama periode 6-12 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa suhu ekstrem telah menjadi ancaman serius, terutama bagi kelompok lanjut usia, anak-anak, dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan.

Dilansir dari The Guardian, Kota Gujo dan Tajimi di Prefektur Gifu serta Toyota di Prefektur Aichi menjadi wilayah pertama yang mencatat kokushobi diperkenalkan pada April 2026. Selain berdampak kepada kesehatan, cuaca panas juga memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk penyelenggara olahraga, kegiatan belajar di sekolah, hingga sektor pertanian.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Jepang mengimbau masyarakat agar mematuhi peringatan cuaca yang dikeluarkan JMA, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pakaian ringan, serta menghindari paparan sinar matahari secara langsung pada siang hari.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama