Sat, 24 February 2024

Empat Pesan Rektor UIN Bandung di Wisuda ke-84

Reporter: Ghina Tsuroya | Redaktur: Sherly Putri Febrianti | Dibaca 160 kali

Sat, 11 December 2021
UIN Bandung
Rektor UIN Bandung, Mahmud saat menyampaikan harapan dan pesan kepada para wisudawan UIN Bandung ke-84 pada Sabtu, (11/12/2021)

JURNALPOSMEDIA.COM— “Ingat Rasulullah SAW, diutus untuk menyempurnakan akhlak, bukan untuk menyempurnakan titel ke-sarjana-an, tetapi lebih kepada akhlak mulia,” pesan Rektor UIN Bandung, Mahmud, dalam gelaran wisuda ke-84 pada Sabtu, (11/12/2021)

Tantangan kehidupan yang semakin berat, lanjutnya, bisa terselesaikan dengan bekal ilmu yang dimiliki. Ia mengutip Ibnu Ruslan dalam Kitab Zubad tentang pentingnya ilmu dalam setiap aktivitas yang dilakukan, “Setiap aktivitas yang kita kerjakan, ketika tidak berbasis ilmu, maka tidak diterima.

Namun, ia juga menekankan kepada para sarjana bahwa ilmu yang telah didapatkan tidaklah cukup sebagai tangga yang mengantarkan mereka ke tingkat kesukesan tertinggi dari buah manis kepemilikan ilmu.

“Sehebat apapun ilmu yang dimiliki, atau sekuat apapun dukungan komunitas yang saudara miliki. Ketika tidak berbasis akhlak, maka ilmu yang saudara miliki dan dukungan komunitas tidak bisa menghantarkan kepada puncak kebahagian dari ilmu yang dimiliki,” ungkapnya.

Ingat Rasulullah SAW, diutus untuk menyempurnakan akhlak, bukan untuk menyempurnakan titel ke-sarjana-an, tetapi lebih kepada akhlak mulia

(Rektor UIN Bandung, Mahmud)

Pesan kedua yang disampaikan Mahmud yakni ihwal penerapan moderasi beragama ketika mengabdi di masyarakat. Sebagai sarjana, Mahmud mengingatkan agar mereka hadir di masyarakat sebagai rahmatan lil ‘alamiin, dan bukan pengganggu yang malah menjadi tambahan masalah di masyarakat.

Mencintai tanah air jadi pesan ketiga yang dilontarkan Ketua Umum Forum Pimpinan PTKN periode 2021-2023 tersebut. “Jangan sampai di antara saudara, ada yang anti terhadap negaranya, terhadap bangsanya. Saya ingin kehadiran sarjana UIN Bandung, di samping moderat dalam beragama, juga sekaligus jadi tokoh yang mencintai negerinya, karena mencintai negeri adalah bagian keimanan,” ucapnya.

Terakhir, karena dituntut untuk hidup berbarengan dengan pesatnya teknologi, Mahmud merasa penting bagi para sarjana untuk menguasai teknologi dan informasi agar tidak tergilas oleh perkembangan zaman. “Sebab tanpa penguasaan terhadap tekonologi, kita akan tertinggal,” tutupnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments