Thu, 3 April 2025

Ciptakan Sikap Mental yang Kuat untuk Perangi Hoax

Reporter: Dini Fitrianti | Redaktur: Monica Deasy Deria | Dibaca 681 kali

Wed, 6 December 2017
Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar memaparkan materi mengenai Antisipasi Hoax pada Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat dan Uji Kompentensi Wartawam (UKW) dalam seminar kehumasan, di Hotel Marbella Bandung, Selasa (5/12/2017). Acara tersebut bertujuan untuk menghimbau media, untuk turut serta dalam menangkal berita hoax.(Jurnalposmedia/Teten Handani).
Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar memaparkan materi mengenai Antisipasi Hoax pada Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat dan Uji Kompentensi Wartawam (UKW) dalam seminar kehumasan, di Hotel Marbella Bandung, Selasa (5/12/2017). Acara tersebut bertujuan untuk menghimbau media, untuk turut serta dalam menangkal berita hoax.(Jurnalposmedia/Teten Handani).

JURNALPOSMEDIA.COM – “Masyarakat perlu membangun sikap mental yang baru dan kuat untuk memerangi hoax,” kata Direktur Indonesia New Media Watch, Agus Sudibyo dalam seminar kehumasan Antisipasi Hoax pada Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Marbella Bandung, Jalan Sentra Dago Pakar, Selasa (05/12/2017).

Agus mengartikan hoax sebagai keterlanjuran masyarakat yang membaca berita palsu, dan sulit untuk dihindari terlebih sikap masyarakat yang semakin dilarang semakin ingin tahu. “Untuk menghindari hoax perlu suatu perbandingan agar masyarakat bisa memverifikasi berita tersebut dan kalau masyarakat sudah memiliki daya mental yang kuat terhadap hoax maka akan menciptakan kondisi yang hidup yang kondusif,” terangnya.

Selain masyarakat, insan pers juga berpengaruh untuk ikut memerangi hoax., salah satunya dengan menciptakan jurnalisme yang bermartabat. Agus memaparkan media konvensional harus tetap hidup di tengah New Media sebagai media yang bermartabat dengan menyajikan berita yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ingin media konvensional bertahan hidup ditengah new media, maka harus kembali ke ruang publik yang bermartabat dengan menyajikan informasi yang benar adanya. Agar bisa mengendalikan wabah hoax di tengah masyarakat maka pers harus kembali kepada kelompok masyarakat dengan mengusung jurnalisme bermartabat.” tutupnya, Selasa (05/12/2017).

Bagikan :
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments