Sat, 13 July 2024

Talk Show My Ilkom: Personal Branding adalah Kesan

Reporter: Irma Purnama Putri | Redaktur: Siti Barkah | Dibaca 512 kali

Sat, 19 February 2022
Pamflet Talk Show My Ilkom yang bertajuk " Personal Branding and Social Media".

JURNALPOSMEDIA.COM –   Berkolaborasi dengan Korps Protokoler Mahasiswa Jurusan (KPMJ) Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Bandung kembali menyelenggarakan Talk Show My Ilkom ke-16 bertajuk “Personal Branding and Social Media” melalui  Zoom Meeting, Jumat (18/2/2022).

Diskusi interaktif ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni dosen sekaligus Ketua Prodi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Humas, Dyah Rahmi Astuti dan influencer muda, Rieke Meilani Sugianto dengan dipandu oleh Bendahara KPMJ, Nabilah Ramadhani.

Diskusi ini diawali dengan mengenal perbedaan antara personal branding dan pencitraan. Dyah menjelaskan, personal branding tidak akan terlepas dari citra.

Personal branding adalah cara kita mengenalkan siapa diri kita kepada publik sehingga kita memiliki sesuatu yang mampu dikesankan. Kalau pencitraan itu kembali lagi kepada perspektif masing-masing, karena memang ada orang yang menganggap bahwa personal branding itu adalah pencitraan. Jadi konotasinya negatif,” jelasnya.

Manfaat Personal Branding 

Dyah juga menjelaskan, manfaat dari personal branding, yaitu bagaimana kita mampu untuk membentuk citra yang diinginkan, memperluas relasi, dan membangun kepercayaan seseorang.

Mengenali Potensi Diri untuk Mampu Membentuk Citra yang Diinginkan

Rieke menceritakan, bagaimana ia membangun personal branding melalui media sosial. Hal itu berawal dari kegemarannya bernyanyi, lalu ia mempublikasikannya di media sosial. Selain itu, jurusan yang ia tempu juga mendukung dirinya dalam mempelajari  media lebih mendalam.

“Karena emang dari kecil suka bernyanyi. Cari tempat yang membuat kita nyaman yang bisa membuat berkembang juga. Kebetulan aku masuk Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik yang di dalamnya belajar lebih tentang media dan fungsinya. Media sosial tuh cocok buat aku dan orang-orang pegiat seni,” ungkapnya.

Terakhir, Rieke menambahkan tahap-tahap membangun personal branding, yakni dengan cara percaya diri, kenali potensi diri, lalu publikasikan.

“Kreatif dan inovatif sangat dibutuhkan dalam hal ini. Jangan lupa juga untuk membangun relasi seluas mungkin,” pungkasnya.

 

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments