JURNALPOSMEDIA.COM – Sebanyak 12 sekolah se-Bandung Raya mengikuti Informatics Futsal Competition (IFC) 2026 yang digelar HIMATIF UIN Bandung di GOR ITB Jatinangor pada Sabtu (25/7/2026). Memasuki tahun kedua, IFC menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana memperkenalkan Program Studi Informatika kepada pelajar SMA.
Ketua Pelaksana IFC 2026, Muhammad Alik Kadim, mengatakan kompetisi ini menggunakan sistem fase grup yang dilanjutkan ke babak knockout hingga penentuan juara. Menurutnya, IFC mengusung tema “Berkompetisi dengan Sportif dan Tumbuh dengan Sportivitas” sebagai bentuk upaya menanamkan nilai sportivitas di kalangan pelajar.
“Informatics Futsal Competition itu acara lomba antar-SMA se-Bandung Raya. Kompetisinya menggunakan sistem grup, kemudian dilanjutkan ke babak knockout hingga semifinal dan penentuan juara,” ujarnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Sabtu (25/7/2026).
Kompetisi ini diikuti oleh berbagai sekolah di Bandung Raya, di antaranya SMAN 1 Majalaya, SMAN 2 Majalaya, SMAN 1 Cikancung, SMA Yadika Cicalengka, SMA Inovatif, dan Darul Ilmi. Antusiasme peserta terlihat sejak awal pertandingan, salah satunya dari tim SMAN 1 Cikancung.
Salah satu peserta, Muhammad Reza Putra dari SMAN 1 Cikancung, mengatakan timnya tertarik mengikuti IFC karena melihat kompetisi tersebut sebagai kesempatan mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding. Sebelum berlaga, timnya menjalani latihan rutin selama kurang lebih tiga minggu sebagai persiapan menghadapi kompetisi.
“Saya sama tim sangat tertarik ikut turnamen ini karena sebelumnya juga sering mengikuti turnamen futsal,” ujarnya.
Reza menilai penyelenggaraan IFC berjalan dengan baik dan berharap kompetisi tersebut dapat terus menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Persaingan yang kompetitif juga diimbangi dengan kualitas permainan yang ditampilkan setiap tim. Hal itu dirasakan oleh pelatih SMAN 4 Bandung, Bisuk Avilla, yang berhasil mengantarkan timnya meraih gelar juara pertama.
Menurut Bisuk, keberhasilan timnya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan para pemain dalam menjaga kondisi fisik selama masa persiapan.
“Strategi kami adalah mengendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan, mulai dari cara bermain, pola makan, waktu istirahat, hingga kondisi fisik,” jelasnya.
Ia menambahkan, IFC menjadi kesempatan yang baik untuk membangun kekompakan tim baru di awal tahun ajaran sekaligus memberikan pengalaman bertanding.
Selain mendapat antusiasme dari peserta, kompetisi ini juga menarik perhatian para pendukung. Salah satunya Shiva Aprilia, siswi SMAN 2 Majalaya, yang datang memberikan dukungan kepada tim sekolahnya.
Shiva mengapresiasi jalannya pertandingan yang berlangsung seru dan mampu menarik antusiasme pelajar dari berbagai sekolah. Namun, ia berharap manajemen waktu pada penyelenggaraan berikutnya dapat lebih diperhatikan.
“Kalau dari penyelenggaraan acara ini bagus banget, apalagi buat anak SMA dan SMK. Hanya dari manajemen waktunya saja yang masih ngaret,” ujarnya.
Kompetisi ditutup dengan kemenangan SMAN 4 Bandung yang berhasil meraih juara pertama setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Sementara itu, SMAN 1 Majalaya menempati posisi juara kedua, disusul SMAN 1 Rancaekek sebagai juara ketiga.
Ke depan, HIMATIF berharap Informatics Futsal Competition dapat terus menjadi agenda tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas. Panitia menargetkan jumlah peserta pada penyelenggaraan berikutnya meningkat menjadi 24 hingga 32 tim, sehingga semakin banyak pelajar yang dapat berpartisipasi sekaligus mengenal Program Studi Informatika UIN Bandung.
















