Wed, 24 June 2026

ABA Chinese Competition 2025: Mengukir Prestasi Lewat Bahasa dan Seni

Reporter: FITRI AWALIYAH/MAGANG | Redaktur: TSANIYA ZAHIRAH SHAFA | Dibaca 557 kali

(Sumber foto : Fitri Awaliyah/Kontributor)

JURNALPOSMEDIA.COM – Akademi Bahasa Asing (ABA) Internasional Bandung, gelar acara ABA Chinese Competition pada Sabtu (17/5/2025) di Lantai 1 Festival Citylink Mall. Perlombaan ini meliputi bernyanyi, membaca puisi, dan bercerita dalam bahasa Mandarin dengan tema ‘Kejar Impian dengan Berani, Maju Tanpa Rasa Takut’.

Acara dibuka dengan penampilan lagu berbahasa Mandarin, disusul pertunjukan dari para peserta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kompetisi ini memperebutkan hadiah bagi juara 1, 2, dan 3 dengan total senilai Rp33.600.000, termasuk voucher belanja, sertifikat, dan trofi.

Panitia acara, Gerald mengungkapkan, tema ini dengan harapan  dapat membentuk anak-anak Chinese yang berbakat dalam bidang bernyanyi, berpuisi dan bercerita dalam Bahasa Mandarin.

“Karena kami ingin mengetahui anak-anak Chinese itu berbakat dalam bidang bernyanyi, berpuisi ataupun bercerita dalam Bahasa Mandarin itu, makanya gitu kami mengangkat tema tersebut,” jelasnya saat diwawancarai pada Sabtu, (17/5/2025).

Ia juga menjelaskan, adanya sistem ticketing kursi seharga Rp45.000 dan tingginya antusiasme penonton terlihat dari padatnya area acara, bahkan banyak yang rela berdiri karena seluruh kursi telah terisi penuh.

“Kami menggunakan sistem ticketing untuk perkusi seharga Rp45.000, namun seiring berjalannya waktu kursi tersebut lumayan penuh sehingga banyak juga yang nonton tanpa menduduki kursi, ada yang menonton di atas ada yang di bawah juga,” jelasnya.

Salah seorang peserta, Meilin mengungkapkan acara ini tidak hanya menjadi wadah penting untuk mengasah minat dan bakat anak-anak Chinese dalam berbahasa Mandarin, tetapi juga semakin menarik minat mereka berkat total hadiah yang diberikan kepada para pemenang.

“ABA Chinese Competition ini sangat bermanfaat bagi kami yang ingin mengembangkan minat dan bakat dalam bahasa mandarin melalui bercerita, bernyanyi sama berpuisi, apalagi ada total hadiah yang ditawarkan jadi kami sangat bersemangat,” jelasnya.

Terakhir ia berharap , acara ini dapat berlangsung lebih baik di masa mendatang. Jika mendapat kesempatan untuk berpartisipasi kembali, ia yakin dapat meraih kemenangan. Hal ini sejalan dengan pepatah yang mengatakan bahwa kegagalan adalah ibu dari keberhasilan.

“Saya berharap kedepannya ABA Chinese Competition akan lebih bagus lagi, dan kalau mengikuti lagi aku pasti menang, seperti pepatah dalam Bahasa Mandarin ‘Shī bài shì, chéng gōng zhī mǔ’ artinya kegagalan adalah ibu dari keberhasilan,”

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama