Menengok Bisnis Daring di Masa Pandemi

JURNALPOSMEDIA.COMOnline shop atau belanja daring bukan lagi hal asing di sekitar kita, terutama di era digital ini. Kemudahan berbelanja dengan mengandalkan gawai dan jaringan internet menjadikan online shop semakin dicari pada kondisi pandemi seperti saat ini. Berada di rumah saja membuat masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

Produk yang ditawarkan online shop sangat beragam. Mulai dari pakaian, aksesoris, perawatan kulit, minuman, makanan, sampai alat rumah tangga. Dari berbagai produk yang ditawarkan, pakaian dan aksesoris menjadi barang yang paling sering dicari pembeli.

Media untuk berbelanja daring pun cukup banyak. Salah satunya, lewat laman e-commerce. Selain mudah, laman e-commerce menyediakan banyak toko dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dunia. Sehingga, para pembeli bisa membandingkan dan mencari harga yang lebih murah.

Selain laman e-commerce, kini media sosial pun dimanfaatkan untuk menawarkan produk jualan. Media sosial yang digunakan di antaranya adalah instagram dan facebook. Media sosial dimanfaatkan karena bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan sampai ke berbagai negara di dunia.

Dampak pandemi dalam dunia belanja daring dirasakan berbeda bagi pembeli dan penjual. Bagi para pembeli, keterbatasan keluar rumah menjadi alasan mereka berbelanja secara daring. Namun, kondisi pandemi justru menjadi hambatan bagi beberapa penjual.

Kemudahan belanja daring ini dirasakan Nurul Yumna Haura (18), salah satu mahasiswi yang cukup sering membeli barang dari online shop. Menurut Nurul, produk yang paling dicari ketika pandemi seperti ini adalah produk makanan. “Soalnya, kalau lagi pandemi gini kita di rumah saja pasti bosan, biasanya orang kalo bosan ngapain? Iya, makan. Jadi kayaknya kalau jualan makanan peluang usahanya lebih besar,” ujar Nurul saat diwawancara melalui pesan singkat Whatsapp (25/8/2020).

Nurul juga menuturkan berbelanja daring di tengah pandemi juga membuat para pembeli tidak perlu berinteraksi secara langsung dengan penjual. Hal tersebut pun dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19.

“Kita enggak perlu keluar dan berinteraksi dengan orang lain. Sekarang online shop juga bisa jadi mata pencaharian orang karena lagi kaya gini banyak yang di PHK juga,” katanya.

Hal lain justru dirasakan Gabril Dunyazad (19), seorang pemilik Dunya Geprek, toko online yang menjual ayam geprek. Gabril yang memulai bisnisnya sejak 2019 ini, merasakan adanya hambatan semenjak adanya pandemi Covid-19. “Susahnya barang karena perjalanan terhambat PSBB kemarin. Lalu ketika mengantar pesanan di waktu PSBB, akses jalan banyak ditutup. Di masa seperti ini orang-orang mungkin jadi ragu juga untuk beli makanan dari luar,” pungkas Gabril.

Rekomendasi

1 Comment

Leave A Reply

Your email address will not be published.