Fri, 27 February 2026

Pemerintah Pertegas Kebijakan Larangan Sweeping Rumah Makan Saat Ramadhan

Reporter: Cantika Putri Sonjaya | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 642 kali

Sumber foto: TVRI News

JURNALPOSMEDIA.COM – Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang melatih hati agar lebih sabar dan pikiran agar lebih jernih dalam menyikapi kehidupan. Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda, seolah memberi kesempatan baru bagi setiap orang untuk memperbaiki diri dan memulai kebiasaan yang lebih baik

Sabtu, 14 Februaru 2026 di Jakarta, Gubernur Pramono Anung menyampaikan  larangan sweeping rumah makan oleh organisasi kemasyarakatan usai meresmikan Gedung Gereja Protestan Minahasa sebagai langkah menjelang Ramadan untuk merespons keresahan publik atas aksi penertiban sepihak yang kerap terjadi. Kebijakan ini ditegaskan agar penegakan aturan tetap dilakukan aparat resmi demi menjaga ketertiban, menghormati norma dan nilai agama.

Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat. Sisi positifnya, hal ini dinilai sebagai upaya yang tepat untuk menjaga ketertiban dan mencegah keresahan sehingga tidak ada pihak yang melakukan main hakim sendiri. Dengan upaya ini dapat meminimalisir keributan yang dapat memperkeruh suasana bulan Ramadhan.

Di sisi lain, kebijakan ini dinilai dapat membuka peluang bagi sebagian umat Islam untuk tidak menjalankan ibadah puasa secara terbuka, karena tidak adanya pengawasan langsung dari kelompok masyarakat tertentu. Hal ini seharusnya menjadi tantangan tersendiri dalam menegakkan rasa tanggung jawab beragama pada diri masing-masing.

Selain itu, hal ini juga perlu dilihat dari keberagaman Indonesia. Di bulan ini, bukan hanya umat Islam yang sedang berpuasa, namun umat Katolik juga yang pada waktu tertentu menjalankan masa puasa. Oleh karena itu, kebijakan ini harus dipandang secara toleransi agar tidak menimbulkan ketegangan antarumat beragama.

Dilansir pojoksatu.id, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyatakan setuju dengan Gubernur DKI Jakarta terkait larangan sweeping rumah makan selama bulan Ramadan. Menurutnya, yang terpenting adalah sikap saling menghormati antarumat beragama. Sikap saling menghormati ini bukan hanya terlihat dengan adanya larangan sweeping di sekitar rumah makan, melainkan apa yang tertanam dalam diri untuk tidak mencampuri urusan yang bukan dalam kendalinya.

Pada akhirnya, perdebatan mengenai kebijakan ini seharusnya membawa masyarakat pada pemahaman yang lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan. Ramadhan bukan hanya tentang menjalankan ibadah secara personal, tetapi juga tentang menjaga sikap, mengendalikan diri, dan menghormati keberagaman di ruang publik.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments