JURNALPOSMEDIA.COM-Desa Sukawangi yang berada di Kabupaten Cianjur, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ekonomi lokal sangat kuat melalui sektor olahan pertanian. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi ikon dan ciri khas desa ini adalah produk olahan buah pala, khususnya dalam bentuk manisan dan asinan.
Keberadaan tanaman pala yang tumbuh subur dan melimpah di pekarangan serta perkebunan warga menjadi fondasi utama berkembangnya industri rumah tangga di desa tersebut.
Melimpahnya populasi pohon pala di Desa Sukawangi membuat pasokan bahan baku utama pembuatan manisan selalu terjaga sepanjang tahun. Para pelaku usaha tidak perlu mengandalkan pasokan dari luar daerah, sehingga rantai produksi dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
Pemanfaatan daging buah pala yang melimpah ini berhasil mengubah hasil mentah pertanian menjadi produk olahan bernilai tambah yang secara langsung meningkatkan taraf hidup dan pendapatan warga lokal.
Di tengah maraknya produk makanan ringan pabrikan yang bergantung pada bahan kimia dan pewarna sintetis, manisan pala khas Sukawangi tetap konsisten mempertahankan metode pengolahan tradisional. Proses pembuatan manisan ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi.
Dalam proses pengawetan dilakukan secara alami menggunakan larutan gula murni tanpa tambahan zat pengawet buatan maupun pemanis sintetis. Metode perendaman terukur yang memakan waktu hingga 3 hari ini menghasilkan perpaduan rasa yang khas: manis, asam, dan segar alami tanpa meninggalkan rasa pahit atau menyengat di tenggorokan. Keunggulan dari teknik tradisional yang presisi ini membuat manisan pala Sukawangi sanggup bertahan kurang lebih sebulan lamanya dalam wadah tertutup, meskipun tanpa campur tangan bahan kimia.
Sektor industri rumah tangga pembuatan manisan ini terbukti berperan penting dalam menggerakkan roda ekonomi dan menciptakan kemandirian finansial warga Desa Sukawangi. Salah satu pelaku usaha manisan, Cuncun, yang telah bertahun-tahun merintis usaha ini, mengaku sangat terbantu oleh hasil penjualan manisan dan asinannya. Usaha ini bukan lagi sekadar kegiatan sampingan, melainkan tumpuan utama mata pencaharian keluarga.
“Dulu saya itu penerima bantuan dari pemerintah, tapi sekarang udah dicabut dan sekarang fokus aja sama bisnis manisan ini. Alhamdulillah dari manisan ini buat sehari-hari ada, buat sekolahin anak juga,” ungkap Cuncun saat ditemui oleh mahasiswa KKN Kolaborasi 263.
Selain menjadi produk oleh-oleh wajib bagi para pelancong dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Cianjur, produk manisan pala Sukawangi terus meluas di pasaran. Pola pemesanan kini tidak hanya datang dari pembeli lokal, melainkan sudah menjangkau konsumen antar-kota hingga luar pulau.
“Pengiriman pastinya sekitar sini, ke Bogor dan Sukabumi. Alhamdulillah juga suka kirim ke Sumatra kalau ada yang minta,” tutur Cuncun menjelaskan jangkauan pemasarannya.
Melihat besarnya potensi pasar tersebut namun masih dikelola secara konvensional, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 263 mengambil langkah nyata untuk mendorong modernisasi pemasaran digital bagi para perajin manisan. Melalui program kerja pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kelompok KKN Kolaborasi 263 memfasilitasi pembuatan dan optimalisasi fitur WhatsApp Business yang dirancang khusus untuk operasional usaha manisan warga.
Dalam pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya mengunduh aplikasi, tetapi juga merapikan tampilan profil bisnis, menyusun katalog produk digital yang dilengkapi foto menarik dan rincian harga, hingga melatih penggunaan fitur auto-reply (balasan otomatis) serta quick replies untuk merespons pertanyaan pelanggan dengan lebih cepat. Kehadiran platform ini mempermudah proses pencatatan pemesanan, memperluas jangkauan promosi ke pembeli luar daerah, dan memberikan kesan usaha yang lebih profesional di mata konsumen modern.
Sinergi antara keberhasilan pengolahan buah pala alami dan optimalisasi pemasaran digital ini menjadi bukti nyata bagaimana potensi sumber daya alam lokal yang dikelola secara konsisten serta didukung oleh inovasi teknologi dari mahasiswa mampu memperkuat perekonomian desa dan membawa UMKM Sukawangi naik kelas.
















