Masih Minim, UIN Bandung Rencanakan Pengadaan Fasilitas Kebersihan Sekitar Kampus

JURNALPOSMEDIA.COM – Perkuliahan secara daring tidak membuat Kampus UIN Bandung menjadi sepi. Mahasiswa kini mulai beradaptasi untuk kembali beraktivitas di lingkungan kampus.

Selain itu, upaya untuk mengembalikan suasana kampus secara luring juga digencarkan seluruh elemen kampus.

Namun, saat ditelusuri tim Jurnalposmedia, minimnya fasilitas kebersihan di tengah aktivitas yang sudah kembali, menjadi keluhan bagi mahasiswa. Hal ini dirasakan mahasiswa Ilmu Komunikasi jurnalistik, Mochamad Hasanudin.

“Tong sampah susah ditemukan, yang memang buat sampah itu kita enggak nemuin, dari satu tempat ke tempat lainnya itu (tong sampah) jauh,” ujarnya, Selasa (22/3/2022).

Pendapat lain datang dari mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam, Annida Siti Nur Arofah. Menurutnya, pengoptimalan tong sampah di setiap gedung sudah memadai. Namun, ia masih sulit menemukan tong sampah di luar gedung.

“Kalau di luar (gedung) UIN susah cari tong sampah, kalau di dalam gedung ada. Kalau di (dalam) fakultas sudah bersih,” ujar Annida.

Pendapat berbeda dilayangkan mahasiswa jurusan Akuntansi Syariah, Indra Ega Buntaram, saat ditemui di Gedung Abjan Soelaeman. Ia menilai, keberadaan petugas kebersihan memang setiap hari hadir untuk membersihkan kampus.

Namun, Indra tetap menyayangkan, minimnya keberadaan tong sampah membuat mahasiswa membuang sampah sembarangan.

Kesadaran Mahasiswa Hingga Rencana Penambahan Fasilitas

Mendengar berbagai keluhan yang dilontarkan mahasiswa, Staf Bagian Umum, Muslihin mengaku pengadaan tempat sampah, seperti plastik polybag sering dilakukan, tetapi masih kurang timbulnya kesadaran dari mahasiswa dalam pengelolaannya.

“Seperti tong sampah itu dijadikan tempat membakar sampah, terkadang ada beberapa kejadian yang seperti itu. Kemudian, hal keduanya yaitu tentang perawatan prasarana tersebut. Misalnya, tidak hati-hati dalam penggunaan fasilitas,” ucap Muslihin saat ditemui di Gedung Al-Jamiah, Kamis (24/3/2022).

Terkait penambahan fasilitas, Muslihin menyampaikan, pihak birokrat tengah mempersiapkan tempat sampah khusus untuk memisahkan sampah organik dan non-organik.

“(Penempatan) memang yang jauh dari sekitar gedung, kita akan tempatkan di tempat yang strategis. Kita sudah tahu kegiatan-kegiatan mahasiswa (bahkan) malam hari pun,” kata Muslihin.

Penambahan fasilitas kebersihan lainnya juga disampaikan Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Humas Bagian Umum, Ramdan. Ia mengatakan, sudah menyiapkan dispenser hand sanitizer beserta cairannya di setiap lobi dan botol hand sanitizer di setiap kelas.

Ramdan menambahkan, fasilitas tersebut akan disediakan ketika perkuliahan luring sudah aktif.

“Bagian umum sudah mengajukan ke bagian perencanaan untuk nanti jadi bahan revisi tata anggaran yang disampaikan oleh perencanaan ke Jakarta. Kita sudah menyampaikan, mudah-mudahan nanti pas kuliah offline sudah ada,” ujarnya saat ditemui Jurnalpomedia, Kamis (14/4/2022).

Jumlah Petugas Kebersihan Kampus Jadi Sorotan

Perihal pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kebersihan kampus, Muslihin mengaku hanya ada 12 petugas kebersihan di lingkungan luar kampus I dengan luas kawasan tujuh hektare.

“Terkadang, kita nyapu jam enam pagi bahkan kadang jam lima pun sudah mulai pekerjaan pembersihan lapangan, itu memang terkadang orang lain tidak tahu. Di mana jam tujuh terkadang dedaunan sudah berjatuhan, seolah-olah yang baru datang menganggap tidak dibersihkan,” jelasnya.

Muslihin mengatakan, meski petugas kebersihan luar kampus dirasa kurang. Namun ia tetap mempertimbangkan dan mengevaluasi kembali perihal penambahan SDM. Sedangkan untuk petugas kebersihan di dalam kampus, menurut Muslihin sudah terpenuhi.

Petugas Kebersihan UIN Bandung, Rohman Sunandar menyebutkan, memang petugas kebersihan yang tersebar, berbeda antara luar dan dalam kampus. Ia sendiri bertugas untuk membersihkan kawasan luar, dimulai dari kantin hingga Gedung Ushuluddin.

“Petugas di luar dan di dalam (kampus) berbeda, sekarang tiap fakultas (petugas) beda-beda seragam,” katanya, Kamis (24/3/2022).

Anggaran Dana Fasilitas Kebersihan

Tidak berhenti sampai di situ, Jurnalposmedia kembali menelusuri dari segi anggaran fasilitas kebersihan.

Koordinator Bagian Keuangan, Aef Syaefudin Firdaus menyampaikan bahwa total upah untuk petugas kebersihan di tiga kampus UIN Bandung, sebesar lima miliar.

“Termasuk BPJS-nya juga kita bayar, itu termasuk ke dalam lima miliar dari Pemerintah, kita hanya membayarkan saja,” ujarnya, Senin (18/4/2022).

Kemudian, saat ditanya total alokasi fasilitas kebersihan kampus, Aef Syaefudin mengaku bukan diurus oleh bagian keuangan.

“Bukan, bukan dari kita diurusnya, (tapi) di bagian umum. Kalau keuangannya, ya, totalnya saja. Malah saya enggak tahu berapa totalnya karena munculnya bukan hanya untuk kebersihan,” jelasnya.

Selain itu, mendengar kabar rencana kuliah daring secara penuh, dirinya mengaku sudah merencanakan revisi anggaran untuk menyesuaikan kembali anggaran yang dibutuhkan.

“Revisi anggaran cepat paling seminggu, ‘kan (yang merencanakan) di bagian perencanaan, (bagian) keuangan hanya mengeksekusi yang ada di perencanaan,” tambahnya.

Aef juga berujar bahwa pihak kampus mengalokasikan dana untuk pengelolaan sampah yang selalu diangkut Dinas Kebersihan. Jumlah yang dikeluarkan, kata Aef, itu tergantung volume sampah yang dihasilkan.

“Kalau sampahnya banyak, ya, baru banyak yang dibayar, dia (Dinas Kebersihan) hitung, (lalu) ditagih pada bulan berikutnya,” ucapnya.

Melihat minimnya kesadaran soal kebersihan, ia menyayangkan bila masih banyak sampah yang beredar di sekitar kampus.

“Kalau ada sampah yang sekiranya masih bisa dibuang di luar, ya, jangan dibuang di kampus, (karena) mahal harganya,” tutupnya.

*Kru Liput: Firman, Mega Siti Rohimah, Aulia Nurfitri

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.