Jejak Kuliner Mi di Bandung Timur, Pangyam Manisi 27

JURNALPOSMEDIA.COM – Siapa di sini yang suka banget makan mi? Sudah tahu belum kalau olahan mie itu tidak hanya mi ayam, mi kocok, atau mie yamin saja lho. Sekarang ada yang namanya pangyam atau pangsit ayam.

Jajanan mengenyangkan berbahan dasar mi ini sering menjadi buruan semua kalangan termasuk mahasiswa. Selain harganya terjangkau, porsinya pun tidak main-main. Seperti halnya menu yang dijual di Kedai Pangyam Manisi 27.

Kedai yang sudah berdiri selama 5 tahun ini sekarang telah memiliki cabang baru di sekitaran kawasan UIN Bandung. Dengan begitu, kedai tersebut selalu menjadi buruan para mahasiswa untuk memanjakan perutnya. 

Selain rasanya yang enak, pangyam ini memiliki ciri khasnya tersendiri lho. Yaitu, mi yang dibalut dengan pangsit bak sebuah mangkuk. Harga yang ditawarkan pun dijamin tidak akan menggoroh kocekmu, mulai dari Rp9.000 saja kamu sudah dapat mencicipi pangyam original di kedai ini. 

Ada juga berbagai menu dengan ‘topping’ beragam lainnya lho. Mulai dari ceker, bakso, sosis, bola-bola ikan, keju, tulang, hingga siomay. Jika kamu pesan memakai ‘topping’, maka siapkan uang sebesar Rp11.000 ya! Di kedai ini pun menyediakan menu campur yang dibandrol dengan harga Rp13.000. Menu campur tersebut meliputi bakso, sosis, ceker, bola-bola ikan, dan juga siomay.

Untuk jam operasional, tim Jurnalposmedia telah mewawancarai Apong selaku pemilik Kedai Pankyam Manisi 27 pada Selasa, (12/7/2022).

“Kami buka setiap Senin-Sabtu, mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Tapi, sekarang biasanya habis Isya juga sudah habis, jadi memang sehabisnya saja,” ungkap Apong.

Menurut pengakuan Apong, biasanya pembeli sudah ada dari pukul 09.45 WIB.

“Biasanya, waktu masih ‘dadasar’ si pembeli itu suka sudah ada. Alhamdulillahnya pelanggan ini meskipun jauh, belinya selalu ke sini,” akunya.

Dikarenakan sekarang pandemi Covid-19 yang berangsur membaik, sehingga para mahasiswa sudah ada yang melakukan aktivitas seperti biasanya. Kenaikan omzet kedai ini sudah capai 30 persen.

Apong juga mengatakan bahwa tidak ada ciri khas signifikan dari pangyam yang ia jual. Hanya saja porsi dan ragam ‘topping’ ini lah yang menjadi pembedanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Mahasiswa UIN Bandung, Bunga Fitri, ia mengatakan porsi dari Pangyam Manisi 27 ini sangatlah banyak.

“Aduh, porsinya itu banyak banget. Untuk mahasiswa ini sudah sangat mengenyangkan sekali. Selain itu, ‘topping’ dan bumbunya juga enggak pelit,” kata Bunga.

Selain Bunga, Shany Anastasya pun rela berangkat jauh-jauh dari Gede Bage hanya untuk membeli pangyam di kedai ini.

“Iya, saya rumah di Gedebage. Di daerah sana juga banyak pangyam. Tapi, di sini yang paling enak,” tutur pembeli lainnya.

Kedai yang berlokasi di Manisi Cibiru ini juga telah tersedia di berbagai aplikasi seperti Go food, Grab food, dan juga Shopee Food. Tidak hanya melayani pembayaran tunai, kedai ini pun memberikan kemudahan bagi pembelinya dengan menyediakan pembayaran non-tunai.

 

 

Rekomendasi
Leave A Reply

Your email address will not be published.