Mon, 16 March 2026

Basarnas Lanjutkan Pendampingan Longsor Cisarua

Reporter: Fauzan Rijalulghad Ha Anada | Redaktur: Ravi Ahmad Maulana | Dibaca 952 kali

(Sumber foto: Fauzan Rijalulghad Ha Anada)

JURNALPOSMEDIA – Basarnas bersama Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pendampingan pencarian dan pemantauan pada masa transisi dan pemulihan pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (7/2/2026), hingga pukul 16.00 WIB.

Dalam pelaksanaan operasi hari ini, Tim SAR Gabungan kembali menerapkan pendekatan adaptif yang disesuaikan dengan dinamika kondisi lapangan. Pada pukul 11.15 WIB, tim berhasil menemukan 1 bodypack di worksite A3, sehingga jumlah total bodypack yang telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) menjadi 95 bodypack.

Pada hari ke-15, kegiatan penyisiran difokuskan pada tiga worksite, yakni worksite A1, A2, dan A3, dengan dukungan 794 personel SAR Gabungan. Operasi ini didukung oleh 11 unit ekskavator, 10 unit pompa air (alkon), 13 unit drone UAV, serta 10 ekor satwa K-9 guna mengoptimalkan upaya pencarian di area prioritas.

Berdasarkan pembaruan data dari Tim DVI Polda Jawa Barat, hingga saat ini telah berhasil dilakukan identifikasi terhadap 74 korban dari 77 bodypack yang telah diproses. Sementara itu, 18 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan sesuai dengan prosedur forensik yang berlaku.

Kepala Kantor SAR Bandung sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana menyampaikan bahwa meskipun masa tanggap darurat telah berakhir dan operasi memasuki fase transisi menuju pemulihan, kehadiran negara dalam misi kemanusiaan ini tetap berlanjut.

“Walaupun status tanggap darurat telah selesai dan saat ini memasuki tahap transisi serta pemulihan, Basarnas bersama unsur SAR gabungan tetap melaksanakan operasi pendampingan dengan pola yang disesuaikan. Pencarian dan pemantauan tetap dilakukan secara adaptif, khususnya pada area-area yang memiliki potensi tinggi, dengan tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama,” ujarnya saat diwawancarai Sabtu (7/2/2026).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ruang penanganan terbatas tetap dibuka apabila terdapat laporan, temuan, atau indikasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan operasional.

“Kami memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi lapangan, analisis risiko, serta pertimbangan kemanusiaan. Keselamatan personel tidak bisa ditawar, namun empati dan tanggung jawab negara terhadap para korban dan keluarga tetap menjadi landasan utama,” tambahnya.

Berdasarkan pertimbangan teknis lapangan, kondisi cuaca, serta evaluasi keselamatan, kegiatan pemantauan dan pencarian dihentikan sementara pada sore hari ini dan akan dilanjutkan kembali sesuai dengan prosedur yang berlaku serta hasil evaluasi berikutnya.

Basarnas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR Gabungan, TNI/Polri, kementrian dan lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan ini.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments