Fri, 15 May 2026

Dari Liga Bekasi hingga Kemenpora, Sheva Afrizal Tunjukkan Semangat Pantang Menyerah

Reporter: Mayang | Redaktur: Nida Rasya Kania | Dibaca 24 kali

Sumber foto: Dokumentasi pribadi

JURNALPOSMEDIA.COM – Cedera tidak selalu menghentikan langkah seseorang untuk meraih mimpi. Bagi Sheva Afrizal, rasa sakit justru menjadi titik awal untuk membuktikan keteguhan dirinya di dunia futsal. Mahasiswa UIN SGD Bandung itu tetap menjaga semangatnya meski pernah mengalami masa sulit dalam perjalanan olahraga yang ia tekuni sejak kecil.

Sheva mulai mengenal olahraga melalui sepak bola saat masih anak-anak. Ia aktif mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB) dan menghabiskan banyak waktu di lapangan. Saat pandemi COVID-19 membatasi aktivitas sepak bola, ia mulai beralih menekuni futsal saat duduk di bangku SMA.

Perjalanan Sheva di dunia futsal tidak selalu berjalan mulus. Dalam sebuah turnamen, ia mengalami cedera engkel yang cukup serius hingga membuat aktivitas olahraganya terhenti sementara. Cedera itu membuat kedua orang tuanya khawatir dan sempat melarang dirinya kembali bermain futsal maupun sepak bola.

Meski begitu, Sheva tidak memilih menyerah. Ia mulai menjalani latihan secara perlahan sambil memulihkan kondisi fisiknya. Ia juga berusaha membangun kembali kepercayaan orang tuanya agar dapat kembali bermain di lapangan.

“Saya percaya kegagalan dan cedera bukan akhir dari semuanya. Dari situ saya belajar supaya lebih kuat,” ujarnya ketika diwawancarai, Selasa (12/5/2026).

Menurut Sheva, latihan menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan dan mental bertanding. Ia mengaku lebih memilih melakukan kesalahan saat latihan dibanding saat pertandingan berlangsung. Prinsip tersebut membuat dirinya terus berkembang dan tidak mudah menyerah menghadapi tekanan.

Setelah melewati masa pemulihan, Sheva kembali aktif mengikuti berbagai kompetisi futsal. Ia pernah mewakili Cikarang Selatan dalam pertandingan futsal dan menjuarai turnamen Half Cup. Selain itu, ia juga mengikuti Liga Bekasi dan berpartisipasi dalam ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Futsal bagi Sheva bukan sekadar olahraga kompetisi. Aktivitas tersebut juga menjadi cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan menyegarkan pikirannya di tengah kesibukan sehari-hari. Semangat itu membuat dirinya tetap konsisten menjalani latihan hingga sekarang.

Perjalanan Sheva menunjukkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Cedera, kegagalan, dan rasa takut pernah hadir dalam proses yang ia jalani. Namun, ketekunan dan kemauan untuk bangkit membuatnya mampu membuktikan diri di lapangan futsal.

Kisah Sheva Afrizal menjadi gambaran bahwa perjuangan seringkali lahir dari pengalaman paling sulit. Dari Liga Bekasi hingga ajang Kemenpora, ia membuktikan bahwa semangat pantang menyerah mampu membawa seseorang tetap melangkah meski pernah terjatuh.

Bagikan :

Tinggalkan komentar pertama