Sat, 5 April 2025

Toko Buku Fisik Masih Eksis di Tengah Arus Digitalisasi

Reporter: Anggia Ananda Safitri | Redaktur: Silmy Kaffah Mardhotillah | Dibaca 518 kali

Sun, 14 July 2024
(Sumber Foto: Anggia Ananda Safitri/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM Di tengah era digitalisasi yang semakin pesat, toko buku fisik masih menunjukkan daya tarik tersendiri bagi sebagian pembeli. Kehadiran teknologi digital memang membawa perubahan signifikan pada penjualan buku fisik, namun, toko-toko buku masih banyak yang tetap bertahan.

Seorang pedagang toko buku yang telah lama beroperasi di Palasari, Kota Bandung, Asep Priadi berbagi pengalaman dan pandangannya mengenai perubahan tren penjualan buku di tokonya selama beberapa tahun terakhir.

Asep menyebutkan bahwa sebelum pandemi Covid-19, pendapatan toko miliknya, yakni Toko Buku Bintang mencapai sekitar 90% dari total penghasilan. Namun, pandemi membawa dampak drastis dengan penurunan pendapatan hingga sekitar 30%.

Selama tiga tahun pandemi, penghasilan tertinggi hanyamencapai Rp200 ribu sehari. Rata-rata jarang ada pembeli karena adanya Covid-19,” jelas Asep ketika diwawancarai Jurnalposmedia, Kamis (11/7/2024).

Meski demikian, Asep menyadari adanya perubahan tren pasca pandemi. Pembeli yang sebelumnya rutin datang ke tokonya kini beralih ke platform online.

Harga di online lebih murah, tapi kondisi buku kadang tidak bisa dijamin. Kadang ada yang rusak, dicoret, atau tidak lengkap. Kalau datang langsung ke toko, pembeli bisa melihat kondisi buku secara langsung. Kami kalah soal harga, tapi kualitas bisa dijamin,” jelasnya.

Asep juga menambahkan bahwa jenis buku yang dicari pembeli sangat bervariasi, mulai dari buku kuliahan, SD, SMP, SMA, hingga buku motivasi dan cerita anak untuk mengisi liburan. Menurutnya, tidak ada genre yang mendominasi, semua tergantung kebutuhan pembeli.

Meski teknologi digital seperti e-books dan audio book semakin populer, Asep tidak merasa terhambat oleh keberadaannya. Justru, ia melihat lebih banyak pembeli yang langsung datang ke tokonya.

E-book hanya sebatas untuk mencari informasi dan sering kali tidak lengkap. Kalau buku fisik kan langsung lengkap, bisa dibaca terus dan lebih leluasa,” tambah Asep.

Ketika ditanya tentang antusiasme pembaca saat ini, Asep mengungkapkan bahwa kebanyakan pembeli membeli buku karena kebutuhan sekolah, bukan karena hobi.

Kalau yang hobi membaca ada, tapi sedikit. Buku-bukunyajuga biasanya langka,” ungkapnya.

Konsumen toko buku yang merupakan seorang siswa, Tsaniya Fitri mengaku jarang membeli buku fisik karena jarak ke mal yang jauh dari tempat tinggalnya. Namun, ia menyukai buku fisik karena bisa dijadikan koleksi dan terlihat bagus saat dipajang.

Kalau buku fisik itu keliatannya bagus, dan kalau udah dibaca masih bisa kita pajang, bisa dijadikan koleksi,” ujarnya.

Tsaniya juga merasa lebih antusias membaca sekarang dibandingkan beberapa tahun lalu, terutama karena ia aktif dalam organisasi pegiat literasi di sekolahnya.

Sekarang banyak sharing dengan teman-teman, jadi beli banyak buku yang bagus untuk dibaca,” ungkapnya.

Ia menambahkan, toko buku fisik masih relevan di era digital karena banyak orang yang ingin membeli buku fisik. Sebagai saran, Tsaniya berharap agar lebih banyak toko buku dibuka di kotanya, Subang.

Kalau mau beli buku juga harus di Gramedia dan itu harus keluar kota. Jadi saran sih tolong banyakin toko buku di Subang. Nggak ada mal, jadi susah mau beli buku fisik. Daripada buku digital saya lebih suka buku fisik,” ucapnya.

Bagikan :
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments