Mon, 17 June 2024

Peran Orangtua Dalam Pola Asuh Anak

Reporter: Ricky Fatria | Redaktur: Riska Yunisyah Imilda | Dibaca 291 kali

Sun, 26 February 2017

Koordinator Semai Anak 2045, Sa’ad Ibrahim sedang menyampaikan materi di acara Pekan Pendidikan di Balaikota Bandung, Sabtu (25/02/2017).(Ricky Fatria/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM –Mendidik anak menjadi hal terpenting untuk masa depan bangsa dan agama. Selain untuk meneruskan estafet kepemimpinan juga menjadi pelanjut keilmuan. Hal tersebut harus diperhatikan serta menjadi tantangan yang serius bagi orang tua di era teknologi. Maraknya akses internet dan pergaulan bebas adalah salah satu faktornya.

“Di tahun 2045 anak dan remaja nanti akan menjadi pelanjut kepemimpinan, mereka akan mengisi kursi birokrasi di negeri ini, ada juga yang menjadi guru, dokter, peneliti dan lainnya..” ucap Koordinator Semai Anak 2045, Sa’ad Ibrahim di acara Pekan Pendidikan di Balaikota Bandung, Sabtu (25/02/2017).

Sa’ad menyatakan kekhawatirannya terhadap generasi muda yang dirusak oleh teknologi dan pergaulan bebas. Saat ini, anak-anak dan remaja  sudah terpengaruh oleh teknologi dan bebasnya akses internet. Ditambah lagi kurangnya perhatian dari orang tua kepada anak-anak.

Koordinator Sosial Semai 2045, Indri Ayu Lestari memaparkan betapa pentingnya peran orang tua agar turut serta dalam mengawasi anak-anaknya. “Orang tua harus aktif karena ibu adalah guru dan ayah sebagai kepala sekolahnya,” ujarnya

Menurut Indri, pola komunikasi yang intens menjadi hal utama. “Orang tua harus membuat suasana rumah nyaman, salah satunya dengan sering berkomunikasi dengan anak-anaknya.” pungkasnya.

 

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments