JURNALPOSMEDIA.COM – Setiap 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia. Namun, pertanyaannya bukan hanya sekadar mengapa kanker masih diperingati, melainkan mengapa kita benar-benar perlu peduli. Kanker bukan isu segelintir orang, bukan pula sekadar urusan rumah sakit.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) menunjukkan kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global. Ironisnya, WHO juga mencatat bahwa sekitar 30-40 persen kasus kanker sebenarnya dapat dicegah. Hal ini menegaskan, kanker bukan semata-mata takdir biologis, melainkan juga hasil dari pilihan, lingkungan, dan sistem yang membentuk kehidupan sehari-hari manusia itu sendiri.
Dilansir dari laman World Cancer Day, secara global kanker adalah penyebab kematian tertinggi nomor dua di dunia dengan sekitar 10 juta kematian setiap tahunnya, melampaui jumlah kematian dari banyak penyakit lainnya. Dengan demikian, kanker lebih dari sekadar diagnosis medis.
Masalahnya, masih banyak mitos yang mengaburkan kesadaran publik, kanker sering dianggap identik dengan vonis kematian, sehingga membuat orang enggan memeriksakan diri. Ada pula anggapan bahwa kanker hanya menyerang mereka yang memiliki riwayat keluarga, padahal sebagian besar kasus disebabkan oleh faktor eksternal seperti pola makan tidak sehat, merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan paparan lingkungan yang berisiko.
Pada akhirnya, peduli terhadap kanker berarti berani melihat persoalan ini secara jujur dan menyeluruh, bukan perihal mengobati, tetapi juga perihal pencegahan. Hari Kanker Sedunia seharusnya menjadi penginggat bahwa semakin cepat kita peduli, semakin besar peluang kita untuk menyelamatkan kehidupan, termasuk diri sendiri.














