Hidroponik Solusi Pertanian Lahan Sempit

JURNALPOSMEDIA.COM-Bercocok tanam dengan menggunakan teknologi hidroponik telah menjadi pilihan untuk bertani dengan lahan yang sempit. Salah satunya di kawasan perkebunan seluas 2 hetkar yang menanam berbagai macam jenis sayuran. Diantaranya seperti lobak, pakchoy, sawi, dan bayam merah. Di kawasan Kampung Pamubusan, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Sistem teknologi hidroponik adalah budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tumbuhnya. Lalu, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Aplikasi nutrisi menggunakan ukuran satuan Parts Per Million (PPM) yang diberikan kepada tanaman. Mulai dari pindah tanam dari semaian sampai dengan minggu akhir menjelang panen. Hara tanaman yang terlarut dalam air menjadi larutan hara dimanfaatkan kembali. Yakni, dengan cara resirkulasi (sistem tertutup) menggunakan energi listrik.

Menurut seorang petani Etty mengatakan penggunaan teknologi hidroponik ini lebih efisien lahan dan waktu juga.

“Sekarang bisa menanam sayuran dengan gampang dan cepat. Selain itu hidroponik ini juga tidak perlu lahan yang luas hanya dengan pipa yang diairi  bisa bercocok tanam,” ungkap etty pada Jurnalposmedia, Jumat, (11/10/2019).

Etty juga menambahkan menurutnya sistem hidroponik akan menghasilkan kuantitas dan kualitas produksi sayuran yang lebih tinggi dan lebih bersih di bandingkan dengan bercocok tanam biasa.

“Walaupun modal awal besar untuk membangun hidroponik ini tapi hasil untuk panen lebih cepat dan lebih bersih dibandingkan dengan bercocok tanam biasa” Tambah etty

Melalui sistem hidroponik, maka tanaman relatif lebih cepat tumbuh kembang, karena dari hidropinik itu sendiri terdapat unsur hara dalam larutan. Pun, dapat secara optimal dimanfaatkan sepenuhnya oleh tanaman, sehingga daun lebih lebar, daging buah lebih besar dan kokoh.

Leave A Reply

Your email address will not be published.