Mon, 31 March 2025

Mata dan Bahu

Reporter: Wildan Noviansah/Kontributor | Redaktur: | Dibaca 537 kali

Wed, 2 May 2018
Doc : tribunnews.com

Berteduhlah selagi gerimis tangis masih tipis

Ada hati terbuka di depanmu, singgah dan bersandarlah

Ringankan sejenak bebanmu di bahuku

 

Jangan tumpahkan duka dalam gemercik hujan

Mungkin tangismu tak berjejak, isakmu tak berisik

Tapi aku terusik

Haruskah perampok hatiku remuk diacak gombalan antagonis?

 

Kemari, hadapkan wajahmu

Berhentilah menjadi bayang-bayang

Kemarin mungkin aku tak penting

Sekarang, jadikan aku tempatmu berpulang

Dan nanti, tiada lagi hujan selain kebahagiaan

Mata, bahu, dan Maha Penciptaku adalah saksinya

Bagikan :
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments