Berteduhlah selagi gerimis tangis masih tipis
Ada hati terbuka di depanmu, singgah dan bersandarlah
Ringankan sejenak bebanmu di bahuku
Jangan tumpahkan duka dalam gemercik hujan
Mungkin tangismu tak berjejak, isakmu tak berisik
Tapi aku terusik
Haruskah perampok hatiku remuk diacak gombalan antagonis?
Kemari, hadapkan wajahmu
Berhentilah menjadi bayang-bayang
Kemarin mungkin aku tak penting
Sekarang, jadikan aku tempatmu berpulang
Dan nanti, tiada lagi hujan selain kebahagiaan
Mata, bahu, dan Maha Penciptaku adalah saksinya