Mon, 31 March 2025

Monkeypox: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya

Reporter: Arief Rahman Firdaus | Redaktur: Silmy Kaffah Mardhotillah | Dibaca 1264 kali

Sat, 16 November 2024
(Sumber foto: Freepik.com)

JURNALPOSMEDIA.COM – Dunia kesehatan kembali dihadapkan pada ancaman serius dengan munculnya kasus cacar monyet (monkeypox) di beberapa wilayah. Sejak tahun 2022 kasus ini terus meningkat di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Pada tahun 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyakit cacar monyet sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah proaktif dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendaliannya.

Apa Itu Monkeypox?

Cacar monyet (monkeypox) adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Pada saat itu ditemukan wabah penyakit mirip cacar yang menyerang koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian, hal tersebut yang menyebabkan penyakit ini disebut sebagai cacar monyet atau monkeypox.

Virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin.

Virus cacar monyet dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi.

Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian. Cacar monyet ditularkan pula dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.

Kasus Monkeypox Mulai Terdeteksi di Indonesia

Kasus monkeypox telah terkonfirmasi masuk ke Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril dalam keterangan persnya yang diselenggarakan pada 20 Agustus 2022. Kasus pertama ini ditemukan pada tubuh seorang laki-laki berusia 27 tahun dengan riwayat perjalanan ke beberapa negara seperti Belanda, Swiss, Belgia, dan Prancis.

Dalam keterangannya, Syahril mengungkapkan bahwa saat ini pasien terkonfirmasi monkeypox berada dalam kondisi yang baik-baik saja dan tidak mengalami sakit berat. Selain itu juga pada kulit pasien ditemukan ruam-ruam yang berada di muka, telapak tangan dan juga kaki.

Dengan kondisi demikian, pasien dinyatakan tidak perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit, namun cukup untuk melakukan isolasi mandiri.

Lebih lanjut, Syahril juga menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia diharapkan tidak panik dengan adanya temuan tersebut. Hal ini dikarenakan, daya tular dan fatalitas cacar monyet sangat rendah apabila kita bandingkan dengan daya tular serta fatalitas dari Covid-19.

Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap dapat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan berbagai langkah pencegahan monkeypoxserta bersegera dalam melakukan isolasi mandiri dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat melalui fitur telemedicine apabila mengalami gejala monkeypox, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.

Gejala Monkeypox

Gejala monkeypox mirip dengan cacar air, tetapi umumnya lebih ringan. Beberapa gejala umum meliputi demam, sakit kepala, otot-otot nyeri, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam kulit yang berkembang menjadi lepuh.

Gejala yang terjadi biasanya berlangsung antara 2-4 minggu dan biasanya sembuh sendiri. Namun pada beberapa individu, dapat menyebabkan komplikasi medis dan kematian.

Meskipun tingkat kematian monkeypox relatif rendah, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada sistem saraf dan meninggalkan dampak jangka panjang pada kesehatan.

Pencegahan Cacar Monyet

Pencegahan utama dapat dilakukan dengan melindungi diri dengan membatasi kontak pada suspek yang sudah terkonfirmasi cacar monyet atau dengan hewan yang berisiko menularkan. Lalu, bersihkan dan disinfeksi lingkungan yang bisa saja terkontaminasi secara teratur.

Jika Anda merasa mengalami gejala cacar monyet, hubungi fasilitas layanan kesehatan anda untuk mendapatkan saran, pemeriksaan laboratorium, dan perawatan medis. Sampai Anda menerima hasil tes, jika memungkinkan, lakukan isolasi mandiri. Bersihkan tangan Anda secara teratur.

Apabila tes menunjukkan hasil positif cacar monyet, penyedia fasilitas layanan kesehatan akan memberi tahu apakah harus isolasi mandiri di rumah atau di fasilitas kesehatan, dan perawatan apa yang dibutuhkan.

Beri tahu kontak erat Anda bahwa telah terinfeksi agar Anda dapat dipantau dan diberikan intervensi medis yang sesuai. Jika Anda tidak dapat menghindar dan berada di ruangan yang sama dengan orang lain atau melakukan kontak dekat dengan orang lain saat isolasi mandiri di rumah.

Lakukan yang terbaik untuk melindungi orang-orang di sekitar Anda dengan menghindari menyentuh satu sama lain, sering membersihkan tangan, menutupi ruam dengan kain atau perban, jaga jarak satu meter dan menggunakan masker, serta membuka jendela.

Hal-hal Penting yang Perlu Diketahui:

Pemantauan penyebaran monkeypox diperlukan untuk mengidentifikasi daerah yang terkena dampak dan memahami sejauh mana penyebarannya melalui penguatan surveilans epidemiologi.

Peningkatan wawasan dan kesadaran masyarakat mengenai risiko dan pencegahan monkeypox diperlukan untuk mengurangi paparan terhadap hewan liar dan penularan virus monkeypox. Upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat diharapkan dapat menekan penyebaran virus monkeypox.

Vaksinasi dan pengobatan terhadap orang yang terinfeksi merupakan bagian penting dalam pengendalian penyakit ini. Diperlukan upaya penyediaan vaksin prioritas dengan jumlah yang cukup bagi orang-orang yang berisiko

Pemerintah perlu memiliki kebijakan dan peraturan yang kuat terkait dengan perlindungan hewan liar dan pengendalian cacar monyet. Sistem kesehatan masyarakat harus siap merespons kasus cacar monyet, termasuk diagnosis, pengobatan, dan pengendalian penyebaran.

Penyakit seperti cacar monyet dapat menyebar melintasi batas negara, sehingga kerja sama internasional dalam pemantauan dan penanganan serta pengadaan vaksin sangat penting.

Dalam situasi ini, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti pedoman pencegahan, dan segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala monkeypox atau telah terpapar. Dengan kolaborasi dan kesadaran masyarakat, diharapkan penyebaran monkeypox dapat dikendalikan dan dicegah lebih lanjut.

Bagikan :
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Terlama
Terbaru Suara Banyak
Inline Feedbacks
View all comments