Mon, 17 June 2024

Jawab Keresahan Mahasiswa FDK Melalui FGD

Reporter: Afiffah Rahmah Nurdifa | Redaktur: Muhammad Fauzan P | Dibaca 163 kali

Tue, 2 April 2019
Forum Group Discussion (FGD) yang digelar pihak Fidkomfest 3.0. Forum diskusi yang bertemakan "Mengelola Keresehan Melalui Kebersamaan Demi Fidkom Berkemajuan" ini digelar di Aula Anwar Musaddad UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (02/04/2019) pagi. (Afiffah Rahmah Nurdifa/ Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM– Focus Group Discussion (FGD) digelar pihak panitia Fidkom Fest 3.0. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian acara Fidkom Fest 3.0. FGD ini pun mendapat respon positif dari mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Mahasiswa antusias menghadiri kegiatan tersebut. FGD yang bertemakan ‘Mengelola Keresehan Melalui Kebersamaan Demi Fidkom Berkemajuan’ digelar di Aula Anwar Musadad UIN Sunan Gunung Djati, Selasa (02/04/2019) pagi.

Diskusi ini dihadiri oleh Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III yang menjadi perwakilan kampus. FGD ini ditujukan untuk seluruh Mahasiswa FDK yang ingin menyampaikan aspirasi maupun pendapatnya. Mahasiswa pun banyak yang memberikan pertanyaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kampus khususnya di lingkungan FDK. Tak sedikit yang memberikan kritik maupun saran untuk pihak kampus.

Preid Jurnalistik, Reival Akbar, mengomentari soal kurangnya fasilitas kursi di kelas yang cukup mengganggu kegiatan perkuliahan.

“Jika kekurangan kursi, mahasiswa perlu mengambil kursi di kelas lain. Kemudian kurikulum mengenai mata kuliah yang cukup penting tetapi dosen jarang masuk,” ujarnya.

Ia pun menyinggung Akreditasi A yang baru didapat UIN SGD. Hal tersebut berbanding terbalik dengan dugaan pelecehan seksual yang belum terungkap dan akhir- akhir ini marak diperbincangkan.

Presma Humas, Salman Wahidin pun ikut mengomentari fasilitas kursi dan tidak efektifnya kelas.

“Karena terlalu banyaknya mahasiswa dalam satu kelas. Kemudian pihak Tata Usaha (TU) fakultas juga kurang ramah,” katanya.

Salman juga mengkritisi, dosen-dosen yang berkampanye politik dalam perkuliahan.

Menanggapi kedua kritik tersebut, Wakil Dekan I, Enjang mengatakan banyak yang perlu diperbaiki oleh pihak fakultas.

“Memang perlu diadakan banyak perbaikan di Fakultas. Tetapi saya minta jika nantinya seluruh dosen sudah menggunakan standar akademik dan sesuai dengan aturan, maka mahasiswa sudah seharusnya tidak meminta kebijakan lebih,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf atas perlakuan yang kurang memuaskan dan kurang ramah dari staf Fakultas. Ia mengimbau jika ada dosen yg tidak sesuai dengan SOP, bisa segera melaporkannya ke Wadek I atau Wadek III.

“Kami meminta kerjasama dengan seluruh HMJ melapor dosen yg dipandang kurang expert, kenapa dipandang buruk dan dalam aspek apa dianggap seperti itu. Senin depan ditunggu laporan dari tiap HMJ,” tambahnya.

Mahasiswa yang hadir pun, menyoroti masih banyaknya dosen yang melaksanakan perkuliahan selama kegiatan ini berlangsung. Transparansi laboratorium komunikasi, pengumuman beasiswa yang mendesak, fungsi laboratorium BKI dan fasilitas yang masih kurang baik menjadi sorotan pada kegiatan forum diskusi ini.

Terkait hal tersebut, Wakil Dekan 3, Dadan Suherdiana mengatakan, pihaknya hanya mengimbau kepada seluruh civitas akademik di lingkungan FDK untuk menghadiri kegiatan ini. Namun, pihaknya tidak mewajibkannya untuk hadir.

“Mengenai dosen yang tidak meliburkan kelas pada acara ini. Memang sebenarnya seluruh kegiatan kemahasiswaan tidak boleh mengganggu kegiatan akademik, memang tidak mewajibkan datang ke acara ini, tetapi kami mengimbau. Solusinya mungkin acara kemahasiswaan seperti ini bisa dilaksanakan di akhir pekan misalnya dihari sabtu karena tidak ada kuliah, tetapi di protes oleh beberapa mahasiswa,” ujarnya.

Mengenai pengumuman beasiswa yang mendesak, pihaknya mengatakan, persoalannya bukan dengan universitas. Tetapi pemberitahuannya memang datang dari penyelenggara beasiswa tersebut. Ia memberi solusi agar mahasiswa yang ingin mengikuti beasiswa melakukan antisipasi dari sekarang dengan menyiapkan persyaratan umum seperti SKTM, yang cukup lama pembuatannya.

Wakil Dekan II, Aep Kusnawan pun menjawab keresahan mahasiswa perihal fasilitas di lingkungan FDK.

“Labdak lantai dua lab BKI tidak berarti untuk jurusan BKI saja tetapi bagian konseling untuk seluruh mahasiswadan yang melayani juga bukan hanya mahasiswa BKI,” katanya

Ia pun menambahkan bahwa ruangan yang kosong akan dipakai untuk laboratorium komputer belum dapat dilaksanakan dalam waktu deka.t Hal tersebut terjadi karena perpindahan laboratorium tidak sedikit pendanaannya. Untuk pengajuan, pihak fakultas menuturkan sudah mengajukan. Ditargetkan di tahun 2020 sudah ada perkembangan perihal laboratorium

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments