JURNALPOSMEDIA.COM – Ratusan pendaki ilegal kerap kali memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sampai dengan hari ini, Jumat (31/6/2020). TNGGP hingga saat ini dipastikan masih ditutup guna mencegah penyebaran virus corona.
Kepala Resort Gunung Putri TNGGP, Engkus Kusnaedi (52) mengungkapkan bahwa banyaknya pendaki illegal disebabkan karena adanya promosi dari pihak masyarakat lokal kepada para pendaki sebagai penunjang ekonomi masyarakat setempat.
“Ya memang banyak sekali pendaki ilegal di Gunung Gede Pangrango akhir-akhir ini, ini disebabkan oleh promosi warga setempat kepada para pendaki dengan alasan kebutuhan ekonomi,” kata Engkus saat di hubungi via Whatsapp, Jumat (31/6/2020).
Hal tersebut juga dibenarkan oleh salah satu calo yang terdapat di Kampung Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. “Kami ketahui ini memang melanggar peraturan, tapi mau bagaimana lagi, kalau kami tidak menjadi calo kami akan kesulitan dalam hal ekonomi,” ujar Saefullah (37).
Kendati demikian, Engkus dan seluruh jajarannya akan memperketat larangan pendakian di kawasan TNGGP. Dengan menutup jalur illegal, melakukan patroli darat dan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Engkus juga berharap semoga masyarakat dapat bekerja sama dengan Balai TNGGP dalam mengatasi aktivitas pendakian illegal.
“Kami akan memperketat larangan pendakian denganmenutup jalur illegal, melaksanakan patroli darat dan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat. Semoga saja masyarakat dapat bekerjasama dengan kami dalam hal ini,” katanya.
Disamping itu, Saefullah berharap pihak TNGGP agar segera membuka akses pendakian di kawasan tersebut mengingat ekonomi masyarakat yang semakin krisis. Ia dan masyarakat pun menuntut dan bersikeras akan menjadi akses bagi para pendaki illegal sampai kawasan TNGGP resmi dibuka.
“Melihat masyarakat yang semakin krisis, kami berharap TNGGP segera membuka aktivitas pendakian. Dan jika pendakian tak kunjung dibuka jangan salahkan kami jika kami masih tetap menjadi calo,” tambah Saefullah.
Menanggapi hal tersebut, Engkus mengatakan pihaknya akan tetap gencar melakukan patroli darat. Apabila didapat pendaki illegal, maka pihak TNGGP akan segera bertindak dengan cara menyuruh mereka untuk turun dan melakukan pemanggilan kepada para calo agar dapat di proses secara lanjut.
“Kami ingatkan mereka, dan kami akan suruh turun. Jika memang tidak bisa dengan cara sosialisasi maka kami panggil dan proses.” pungkasnya.