JURNALPOSMEDIA.COM – “Dalam menjalankan bisnis atau wirausaha, hal pertama yang harus ditanamkan di dalam diri adalah mental dagangnya dulu. Ketika mental dagang ini sudah kita miliki, usaha dalam kondisi apapun dan dengan tekanan apapun akan terus berjalan. Kita akan selalu menemukan celah-celah apa saja yang bisa kita manfaatkan,” ujar mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung sekaligus wirausahawan, Moh. Abdul Malik. Senin (22/6/2020).
Melalui diskusi daring yang diadakan bidang Intelektual dan Sosial serta bidang Wirausaha Hima Jurnalistik, Abdul Malik dan peserta berdiskusi tentang “Strategi Berwirausaha di Masa New Normal“. Menurutnya, kehadiran pandemi sangat berdampak pada wirausahawan atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ia mengungkap bahwa pandemi juga mempengaruhi turunnya pesanan dari beberapa usaha yang dijalaninya.
“Mencari siasat yang tepat dan membuat produk baru merupakan solusi supaya usaha yang dijalani dapat survive untuk memenuhi kebutuhan di tengah pandemi ini. Adanya pandemi ini juga tentu ada peluang dan juga tantangan usaha atau rintangan berwirausaha (termasuk) di era new normal,” kata Malik. Ia mengatakan, meskipun sedang dalam situasi pandemi, keterhubungan dengan lingkungan sosial tetap penting.
Seperti menjadikan lingkungan sosial seperti teman, keluarga, tetangga, maupun orang yang baru kita kenal sebagai potensi untuk mengembangkan usaha. Malik menambahkan, sebagai wirausahawan agar tidak terbelenggu oleh keadaan pandemi. Pun, harus dapat beradaptasi serta kritis melihat berbagai peluang di sekitarnya.
Menurut Malik, strategi bisnis pertama yang dapat diterapkan saat New Normal adalah mengoptimalkan media sosial. Mulai dari meng-update usaha di story pribadi dan membuat give away untuk mendapatkan impression dari pelanggan. Serta, memberanikan diri untuk beriklan di media sosial, kemudian mencoba mempelajari dan menggunakan email marketing.
Strategi bisnis yang kedua, kata Malik, adalah riset setiap hari. Riset dapat dilakukan dengan memperhatikan lingkungan dan bagaimana kebiasaan orang-orang di sekitar. Selain itu, riset juga dapat dilakukan terhadap diri sendiri untuk mengetahui potensi apa yang dimiliki dan dapat dijadikan sumber pemasukan. Adapun strategi yang terakhir ialah melakukan kolaborasi dengan orang lain.
“Yang pertama, kita tentu harus punya mental dagang, kemudian planning atau riset harus kita lakukan sehingga usaha yang kita jalankan terarah. Setelah itu, kita barengi dengan doa, kemudian setelah doa intinya harus langsung eksekusi. Terakhir, tawakal dan pasrahkan hasilnya kepada Allah, yang penting kita benar-benar menikmati prosesnya,” tutupnya.