FEBI UIN Bandung, Bentuk Tatanan Birokrasi

JURNALPOSMEDIA.COM-Fakultas Ekonomi Bisnis dan Islam (FEBI) yang belum lama ini didirikan tinggal merampungkan tatanan birokrasinya. Di awal pembukaan fakultas baru ini, Dudang Ghozali terpilih menjadi Dekan FEBI. Ia dipilih dan diamanatkan langsung oleh Rektor untuk memimpin fakultas yang baru saja dilahirkan di UIN Bandung ini.

Butuh kiranya 3 tahun agar FEBI ini ada dan beroperasi. Dimulai dari Rencana Strategis (Renstra) yang ada pada tahun 2017, pembentukan kepanitian di tahun 2018. Adapun, hingga berbagai rapat pimpinan dan rapat senat yang sudah dilalui sebagai proses terbentuknya fakultas baru.

Cikal bakal pun telah disiapkan bersemai, maka dibuatlah 4 prodi dari FISIP Manajemen. Kemudian Fakultas Syariah dan Hukum yaitu Manajemen Keuangan Syariah, Akuntasi Syariah dan Ekonomi Syariah.

Menurut Dudang, FEBI merupakan salah satu program nasional PTKIN yang ada sejak 2013. Sebagai bentuk respon dari adanya kebutuhan masyarakat muslim yaitu pengetahuan di bidang ekonomi islam. Alasannya, karena pengetahuan masyarakat perihal ekonomi islam ini masih lemah, sehingga disinilah peran perguruan tinggi untuk menciptakan generasi yang tidak hanya menjadi pegawai, tetapi bisa menggerakan perekonomian negara dibawah landasan islami.

“Kelemahan muslim itukan soal ekonomi maka diharapkan lahirnya FEBI ini lahir sarjana yang bisa menggerakan perekonomian muslim,” ucapnya, Kamis (12/9/2019)

UIN Bandung sendiri mengalami keterlambatan dalam pembentukan FEBI ini. Di beberapa perguruan UIN, STAIN, IAIN, PTIS sudah muncul fakultas ekonomi dan bisnis islam lebih dulu. Diduga keterlambatan tersebut karena kondisi yang belum memungkinkan hingga harus menunggu beberapa waktu.

Pun, tidak seperti di tempat lain yang apabila ingin mendirikan fakultas baru banyak dilalui dengan seminar atau FGD berapa tahun untuk menghasilkan gugusan dan konsep fakultas tersebut. FEBI disini juga begitu, mendiskusikan konsepnya dan apa yang akan menjadi khas nya FEBI UIN Bandung, semua sudah tertuang dalam proposal.

Saat ini sedang dilakukan pembentukan birokasi, sudah terbentuk tiga Wakil Dekan yaitu Deni Kamaludin sebagai Wadek 1, Abdullah Syafei sebagai Wadek 2, dan Muhammad Zaki sebagai Wadek 3.

“Sedang menuju tahap pembentukan kajur di minggu ini,” jelas Dudang, Kamis (10/10/2019).

Kemudian administrasi lainnya yang didalamnya termasuk perampungan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) seperti izin operasional, pemindahan dosen dan penentuan kurikulum baru melalui usulan lapim. Lanjut Dudang mengungkapkan kemungkinan akan adanya dosen baru. Tetapi, belum bisa dipastikan jumlahnya, karena pengangkatan dosen harus melalui mekanisme lain.

Adanya fakultas baru ini, mahasiswa yang mengalami perpindahan fakultas sangat antusias karena memang 4 jurusan tadi akan masuk ke dalam fakultas yang sesuai dengan rumpun keilmuan nya. Seperti Irfan Achdiyat, mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah, ia pun memberi harapan terbaik untuk FEBI ke depannya.

“Harapan nya pasti ingin yang terbaik untuk FEBI ini. Terus di fakultas baru ini ingin ada pojok saham, tentang saham, investasi dan keuangan lainnya, atau bekerjasama dan bermitra dengan BUMN dengan baik. Dan menjadi fakultas baru yang memiliki eksistensi baik di UIN Bandung ini.” ucap Irfan, Kamis (10/10/2019).

Gedung Language Center Berbagi Dengan FEBI 

Gedung FEBI tersebut menggunakan gedung Language Center (LC)  yang digunakan untuk ruang dekanat dan jurusan tetapi belum pindah sarana untuk birokrasi fakultas. Perihal sarana pembelajaran masih di gedung yang sebelumnya biasa dipakai. Direncanakan gedung pembelajaran di kampus 2 dan gedung fakultas pun akan pindah semester depan. Sebab, gedung LC ini hanya transit.

Sekertariat Pusat Pengembangan Bahasa UIN Bandung, Dian menerangkan bahwa LC akan tetap menggunakan gedung tersebut. Dikarenakan FEBI hanya menggunakan gedung LC sebagai kantor sementara.

“Gedung ini sudah di pakai oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, sejak diresmikan belum lama ini. Tetapi, kami tetap akan menggunakan gedung ini karena FEBI hanya memakai gedung ini sebagai kantor saja,” ujar Dian saat di temui oleh Jurnalposmedia, Kamis (12/9/2019) di kantornya.

Akan tetapi LC tidak bermasalah harus berbagi ruangan, karena di gedung ini tidak berlangsung perkuliahan. Jurusan yang masuk kedalam FEBI tetap menggunakan ruangan sebelumnya untuk melangsukan proses perkuliahan

Dian pun menegaskan mengenai pelayanan bahasa tetap ada digedung itu, pihak LC hanya mendapatkan titipan sementara

Leave A Reply

Your email address will not be published.