Waspada! Kenali Gejala dan Faktor Kanker Payudara pada Wanita

JURNALPOSMEDIA.COM – Kian berkembangnya zaman, kian bermunculan juga berbagai penyakit. Orang-orang tentu sudah tak asing lagi dengan penyakit yang satu ini, yaitu penyakit kanker. Kanker adalah suatu penyakit yang muncul karena adanya pertumbuhan sel-sel secara abnormal, tidak terkendali, dan berpotensi menyebar ke seluruh tubuh.

Kanker ini dapat tumbuh hampir di setiap tubuh manusia. Dari sekian banyak jenis penyakit kanker di dunia, salah satu kanker yang sering disoroti di berbagai negara adalah Breast Cancer atau kanker payudara.

Lantas, mengapa bisa hal tersebut menjadi sorotan penuh? Karena, kanker payudara terbukti sebagai pembunuh nomor dua di dunia pada wanita, setelah kanker serviks. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2020, terdapat 2,3 juta wanita yang terdiagnosis kanker payudara dan 685,000 kematian secara global.

Kanker payudara bisa muncul di sel-sel lapisan (epitel) dari saluran sebanyak 85 persen atau lobulus sebanyak 15 persen di jaringan kelenjar payudara. Awalnya, pertumbuhan kanker terbatas pada duktus atau lobulus (in situ/stadium 0), di mana umumnya tidak menimbulkan gejala dan memiliki potensi penyebaran minimal (metastasis).

Seiring waktu, kanker in situ ini dapat berkembang dan menyerang jaringan payudara di sekitarnya atau biasa dikenal sebagai kanker payudara invasif. Kemudian, menyebar ke kelenjar getah bening terdekat (metastasis regional) atau ke organ lain di dalam tubuh (metastasis luas). Jika seorang wanita meninggal karena kanker payudara, hal itu dikarenakan metastasis luas.

Gejala Kanker Payudara

Ketakutan terhadap kanker payudara sudah lumrah mengalir pada setiap perempuan, namun faktanya tak hanya pada perempuan, kanker payudara juga dapat menyerang pria. Kita semua diharapkan lebih waspada dengan langkah tepat, yaitu mengetahui indikasi atau gejalanya. Secara umum, gejala kanker payudara meliputi:

  • Benjolan atau penebalan payudara
  • Perubahan ukuran, bentuk,atau penampilan payudara
  • Lesung pipit, kemerahan, pitting atau perubahan lain pada kulit
  • Perubahan penampilan puting atau perubahan pada kulit di sekitar puting (areola)
  • Keluarnya cairan dari puting yang tidak normal.
Faktor Risiko Kanker Payudara

Setelah memahami tentang gejala-gejalanya, timbul pertanyaan apa saja yang menjadi penyebab atau faktor dari kanker payudara.

Faktor risiko kanker payudara adalah segala sesuatu yang membuat Anda lebih mungkin terkena kanker payudara. Namun, memiliki satu atau bahkan beberapa faktor risiko kanker payudara bukan berarti Anda akan terkena kanker payudara. Wanita jauh lebih berisiko daripada pria untuk terkena kanker payudara.

Bukan hanya faktor jenis kelamin, bertambahnya usia pun menjadi salah satu faktor risiko. Jika Anda pernah menjalani biopsi payudara dan menemukan karsinoma lobular in situ (LCIS) atau hiperplasia atipikal pada payudara, maka Anda memiliki peningkatan risiko. Kemudian, seseorang atau keluarganya yang memiliki riwayat kanker payudara pun memiliki risiko yang sama.

Faktor lainnya adalah dari paparan radiasi, konsumsi alkohol, dan kegemukan. Di samping itu, wanita yang menstruasi pertamanya kurang dari 12 tahun, menopause di usia lebih tua, serta wanita yang memiliki anak pertama di usia lebih dari 30 tahun ternyata bisa menjadi faktor risiko.

Namun, para peneliti juga telah mengidentifikasi faktor hormonal, gaya hidup dan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Belum terdeteksi secara jelas, mengapa beberapa orang yang tidak memiliki faktor risiko dapat terjangkit kanker, namun orang lain yang memiliki faktor risiko justru sebaliknya. Penyebab kemungkinan dari kanker payudara adalah karena interaksi kompleks dari susunan genetik dan lingkungan sekitar.

Jika menilik dari banyaknya faktor risiko kanker payudara, maka kita wajib untuk melakukan tindakan preventif, terutama bagi para wanita karena memiliki risiko lebih besar dibanding pria. Pilihan perilaku dan intervensi terkait yang mengurangi risiko kanker payudara meliputi:

  • Menyusui berkepanjangan (saat memiliki bayi)
  • Aktivitas fisik secara teratur
  • Pengendalian berat badan
  • Hindari penggunaan alkohol yang berbahaya
  • Hindari paparan asap tembakau atau polusi kendaraan
  • Kurangi penggunaan hormon yang berkepanjangan
  • Hindari paparan radiasi yang berlebihan.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.