Tue, 21 May 2024

Sama-sama Jadul, Inilah Perbedaan Gaya Vintage dan Retro

Reporter: Sintamia | Redaktur: Rais Maulana Ihsan | Dibaca 919 kali

Sat, 4 April 2020

JURNALPOSMEDIA.COM – Dalam dunia mode atau fashion sudah tidak asing lagi mendengar istilah Vintage dan Retro. Namun, orang menganggap jika istilah tersebut terkesan menunjukkan sesuatu yang kuno dan jadul. Hal itu tidaklah salah, tetapi apakah Anda sudah tahu perbedaan diantara keduanya? Tentu saja penting untuk diketahui agar tidak salah ketika memakai kedua istilah tersebut.

Dikutip dari Wikipedia, Vintage mengacu pada suatu waktu (tahun biasanya) ketika anggur sedang dipanen. Asal katanya berasal dari bahasa latin, vinum yang artinya sebuah minuman dari fermentasi anggur. Istilah “vintage” digunakan saat para petani akan memanen anggur.

Jika mengacu pada artinya, tidak ada hubungannya dengan seuatu yang kuno. Entah kenapa kemudian vintage mengalami perubahan makna yang cenderung pada sesuatu yang kuno.

Pada saat ini, vintage umumnya digunakan pada hal-hal yang identik dengan barang seperti pakaian atau furnitur. Gaya tersebut diadaptasi dari era tak lebih dari 100 tahun yang lalu, sekitar era 20an sampai 60an. Pada era tersebut, tren fashion didominasi dengan gaya feminim.

Penggunaan warna yang paling sering diaplikasikan adalah warna-warna soft atau pastel. Hal itulah yang menjadi karakteristik warna pada gaya vintage. Motif yang sering digunakan adalah polos, bunga, polkadot dan stripes.

Retro terkesan lebih berani dengan warna-warna cerah. Sumber: kaltim.tribunnews.com

Istilah retro digunakan untuk menggambarkan, menunjukkan atau mengelompokkan budaya/sesuatu yang telah berusia lama. Ataupun mengacu pada segala hal yang didesain dengan gaya lama.

Kata “retro” berasal dari bahasa latin yang berarti ‘mundur’ atau ‘di masa lalu’. Adapun istilah Retrospektif  yang merujuk kepada sebuah pemikiran nostalgia yang tertuju pada masa lalu. Menyiratkan sebuah gerakan menuju masa lalu, bukan sebuah kemajuan menuju masa depan.

Kini, makna retro dipersempit menjadi gaya yang mengadaptasi pada era 70-an hingga 90-an, baik dalam hal mode, furnitur, ataupun dekorasi. Dalam dunia mode, tren glamor dan berani cukup digandrungi di era ini. Fashion bergaya disko pun juga cukup erat kaitannya dengan gaya retro, seperti celana cutbray, jaket kulit dan baju atasan yang terbuat dari manik-manik.

Warna yang sering digunakan adalah warna-warna cerah, berani dan mencolok, yang menciptakan kesan ceria, hangat dan klasik. Warna tersebut menjadi karakteristik gaya retro secara umum.

Motif yang sering ditemukan dalam gaya retro adalah motif simetris, gemerlap dan terkadang bermotif bebas. Pola kotak kotak dan geometris biasanya juga sering dipakai dalam menghadirkan suasana retro.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments