Sun, 12 July 2026

Ragam Aplikasi Belajar Online Saat #DiRumahAja

Reporter: M. Rezaldy Putera | Redaktur: Putri Restia Ariani | Dibaca 724 kali

pembelajaran jarak jauh
Ilustrasi belajar online lewat aplikasi. (Raga Putra Wiwaha/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM-Seiring merebaknya pandemi virus Corona, kampanye #DiRumahAja terus diserukan pemerintah di tanah air. Tak hanya pemerintah, beberapa aplikasi belajar online juga mendukung kampanye tersebut. Hal itu dibuktikan lewat disediakannya layanan gratis kepada para pelajar, untuk mengakses materi pembelajaran di aplikasi secara daring.

Berikut  beberapa ulasan aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan belajar online Anda.

       1. Ruang Guru

Salah satu aplikasi belajar daring yang memberikan akses gratis adalah Ruangguru. Dilansir dari Kompas, Ruangguru menyajikan 250 video dan modul pelatihan guru yang dapat dimanfaatkan selama 1 bulan ke depan secara gratis di aplikasi Ruangguru. Program Sekolah Online dari Ruangguru ini dapat Anda nikmati dalam 30 hari kedepan melalui layanan live streaming di aplikasi atau melalui tautan https://sekolahonline.ruangguru.com/.

Selain itu, pada aplikasi ini, Anda juga bisa menikmati berbagai materi pembelajaran dari berbagai jenis mata pelajaran secara gratis. Anda juga bisa mengisi latihan soal atau kuis yang dapat mengasah kemampuan Anda dalam memahami materi tersebut. Materi yang didapat tidak berupa teks saja, Anda juga dapat menonton materi pembelajaran melalui video yang dibawakan langsung oleh ahlinya. Hal itu membuat kegiatan belajar menjadi asyik dan lebih mudah dipahami.

Kuota Edukasi Gratis dari Operator

Mengakses video tentu saja akan mengambil banyak kuota. Namun, Anda tak perlu khawatir karena sebagian operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, dan XL, kini telah menyediakan kuota edukasi gratis yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi serta situs belajar online seperti Ruangguru.

Sayangnya, tidak seluruh materi pada aplikasi Ruangguru dapat di akses secara gratis oleh semua pengguna. Layanan yang dapat di akses pada aplikasi Ruangguru secara gratis hanyalah sebagian materi yang memiliki label free (gratis) serta program Sekolah Online Ruangguru saja.

       2. Zenius

Tak jauh berbeda dengan Ruangguru, Zenius menyajikan berbagai materi belajar online. Berbeda dengan Ruangguru yang perlu biaya untuk membuka seluruh materi, seluruh materi belajar di Zenius dapat di akses secara gratis. Belum lama ini, Zenius mengumumkan untuk memberikan seluruh akses materi pembelajaran secara gratis. Sebelumnya, Zenius sendiri merupakan aplikasi belajar online berbayar.

Nah, bagi Anda yang merasa belum cukup mendapatkan materi dari Ruangguru, Anda bisa mencoba Zenius. Tidak hanya materi berupa teks, Zenius juga menyajikan ratusan materi dalam bentuk video. Buka situs Zenius.net atau unduh aplikasi Zenius melalui Google Play Store untuk mengaksesnya.

       3. Zoom

Zoom merupakan aplikasi meeting online yang juga dapat memenuhi kebutuhan belajar online Anda. Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda bisa melakukan perkuliahan atau pembelajaran online melalui tatap muka jarak jauh. Aplikasi ini dapat diakses secara gratis oleh seluruh pengguna.

Namun sayangnya, untuk versi gratis Anda hanya bisa melakukan tatap muka dengan 3 orang atau lebih, dalam waktu maksimal 40 menit saja. Zoom sendiri dapat di akses melalui website atau aplikasi. Apabila kelas Anda kebingungan menentukan platform tatap muka jarak jauh, Anda dapat merekomendasikan aplikasi yang satu ini.

       4. Google Classroom

Google Clasroom merupakan aplikasi kelas online dari Google. Aplikasi ini lebih simpel dari Zoom, meski tidak menyediakan fitur tatap muka. Google Classroom memiliki berbagai fitur yang dapat diakses secara gratis. Di dalamnya, Anda bisa mengunggah berbagai file persentasi, tautan, foto, atau rekaman yang dapat memudahkan belajar online Anda.

Selain keempat aplikasi di atas, ada beberapa layanan bimbingan belajar (bimbel) online yang telah menjalin kerjasama dengan Kemendikbud dan dapat di akses secara gratis. Di antaranya Rumah Belajar, Meja Kita, Icando, IndonesiaX, Google for Education, Quipper School, Sekolahmu, dan Cisco Webex.

Semoga semangat para pelajar tidak redup meski kegiatan belajar diberlakukan via daring!

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama