Sat, 18 May 2024

Prodi Ilmu Komunikasi Adakan Uji Kompetensi Kepenulisan

Thu, 17 September 2020
Peserta bersama asesor uji kompetensi penulisan dan penyuntingan yang diadakan di Gedung U Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rabu, (16/9/2020).

JURNALPOSMEDIA.COM- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Penulisan dan Editor Profesional (PEP) bekerja sama dengan Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Bandung, menyelenggarakan uji kompetensi untuk penulisan dan penyuntingan buku nonfiksi, Rabu, (16/9/2020).

Uji kompetensi yang diselenggarakan di gedung U Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini diadakan secara gratis.  Tujuannya untuk mensosialisasikan perihal sertifikat yang harus dimiliki penulis, khususnya dari kalangan dosen dan mahasiswa. Sertifikat ini nantinya menerangkan tentang kompetensi yang dimiliki penulis.

Disamping juga sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, wawasan dan syarat sebagai dosen profesional.

Setidaknya ada delapan asesor dari Bandung yang dihadirkan untuk menguji dosen dan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang sebelumnya telah mendaftar secara online.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Ahmad Sarbini mengapresiasi LSP-PEP dan prodi Ilmu Komunikasi karena telah memfasilitasi kegiatan ini.

“Ke depannya, semoga saja diadakan uji kompetensi untuk prodi-prodi lain agar dosen (dapat memenuhi)  syarat-syarat yang dibutuhkan (penulis),” ungkap Ahmad, Rabu (16/9/2020).

Uji kompetensi yang masih tergolong baru ini belum banyak diketahui dosen.  Pada prodi Ilmu Komunikasi misalnya, hanya beberapa dosen saja yang sudah tersertifikasi. Padahal, pada program akreditasi terbaru nanti, diperlukan para dosen yang sudah tersertifikasi serta memiliki keterangan dosen yang kompeten.

Ketua prodi Ilmu Komunikasi, Darajat Wibawa menuturkan bahwa uji kompetensi penulisan dan penyuntingan ini merupakan peluang bagi para dosen dan mahasiswa di lingkungan Fakultas Dakwah dan komunikasi.

“(Acara) ini (diadakan) juga dalam rangka persiapan (untuk) mempertahankan akreditasi A. Jadi dalam kerjasamanya ada output dan outcome. Sehingga semakin banyak dosen yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing,” tutur Darajat, Rabu (16/9/2020).

Terdapat tiga aspek yang diujikan kepada peserta, yaitu penulisan naskah, penyuntingan naskah, dan penyuntingan substantif. Metode pengujian terbagi menjadi dua bagian, yaitu uji kompetensi dan portofolio.

Uji kompentensi diikuti oleh peserta yang belum memiliki buku ber-ISBN minimal sebanyak tiga judul. Sedangkan portofolio diikuti oleh peserta yang sudah memiliki buku.

Peserta berjumlah 80 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dibagi menjadi 8 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang dengan satu asesor. Delapan kelompok ditempatkan dalam ruangan berbeda dengan menerapkan protokol kesehatan disetiap ruangannya, seperti jaga jarak dan penggunaan masker.

Setelah melewati rangkaian pengujian dengan asesor, selanjutnya peserta akan mendapatkan hasil berupa keterangan kompeten dan belum kompeten. Peserta dengan hasil kompeten akan diajukan asesor kepada Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP).

Sedangkan, peserta belum kompeten dapat mengulang pengujian dengan mengikuti kembali pelatihan penulisan dan penyuntingan.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments