Sat, 13 July 2024

Pada Juli 2021, Dema-UIN Bandung Canangkan 2.000 Dosis Vaksin Bagi Mahasiswa

Reporter: Ghina Tsuroya/Suryadi | Redaktur: Sherly Putri Febrianti | Dibaca 390 kali

Thu, 15 July 2021
Vaksinasi UIN Bandung
Pegawai UIN Bandung saat menerima vaksin tahap dua pada Kamis, (27/5/2021). (Kurniawan Sidiq/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM – Direncanakan sebanyak 2.000 dosis vaksin hendak disuplai dalam pelaksanaan vaksinasi di UIN Bandung. Rencana ini akan diselenggarakan pada akhir Juli 2021 mendatang. Dengan target tidak hanya mahasiswa, pun masyarakat umum yang berkenan divaksin.

Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Bandung (Dema-U) sebagai pelaksana menggandeng beberapa pihak untuk melaksanakan vaksinasi perdana ini. Ketua Dema-U, Malik Fajar Ramadhan mengonfirmasi kabar tersebut. Pun mengatakan kesiapannya sudah mencapai 70 persen.

“Rencana vaksinasi dari segi konsep dan teknis jika dipersentasekan, kita (Dema-U) sudah menyentuh 70 persen. Jadi secara umum, kesiapan kita ini masih belum sempurna, saya akui. Tapi kita terus-menerus mematangkannya,” ungkapnya saat dihubungi Jurnalposmedia, Rabu (14/7/2021).

Ia menyebut sudah menyurati beberapa instansi demi mendukung pelaksanaan ini. Sudah pula menerima respons baik dari tiga instansi di antaranya. Yakni Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dan Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Target 2.000 dosis vaksin akan disalurkan untuk mahasiswa UIN Bandung, 10 hingga 20 persen di antaranya akan diperuntukkan bagi mahasiswa umum (selain mahasiswa UIN Bandung), dan masyarakat umum.

Penerima Vaksin Harus Berdomisili Jawa Barat?

“Untuk mahasiswa UIN Bandung, dalam konsep kerja sama yang ditawarkan, kita menjelaskan bahwa tidak harus terbatas berdasarkan domisili KTP. Intinya, selama dia (calon penerima vaksin) adalah masyarakat UIN Bandung, atau masyarakat umum yang berkenan vaksin, dan bisa menunjukkan identitas diri, maka dia bisa vaksin. Pun masyarakat umum walaupun tidak berdomisili Bandung, (juga) bisa ikutan (vaksin),” jelasnya.

Dalam pernyataannya tersebut Malik menegaskan bahwa penerima vaksin diperuntukkan bagi siapa saja yang siap untuk divaksin, dan memenuhi persyaratan berupa identitas diri (KTP atau KTM), serta mencukupi kriteria secara medis.

Apakah Calon Penerima Vaksin Dikenakan Biaya?

“Terkait biaya bagi mahasiswa atau masyarakat umum yang akan divaksin, kami dari pihak Dema-UIN Bandung menjamin bahwasannya vaksin yang diberikan melalui Dema-U, itu nantinya adalah vaksin gratis yang sama sekali tidak dipungut biaya apapun,” tegasnya.

“Terkait biaya bagi mahasiswa atau masyarakat umum yang akan divaksin, kami dari pihak Dema-UIN Bandung menjamin bahwasannya vaksin yang diberikan melalui Dema-U, itu nantinya adalah vaksin gratis yang sama sekali tidak dipungut biaya apapun,” ungkap Ketua Dema-UIN Bandung, Malik Fajar Ramadhan, Rabu (14/7/2021).

Mengenai hal ini, Malik menyebut Dema-U sudah melakukan budgeting atau perhitungan. Adapun anggarannya akan dibagi bersama pihak yang turut bekerja sama dalam menyukseskan vaksinasi.

“Kalau nanti agenda vaksinasi sudah menghasilkan kesepakatan dalam kerja sama, kita tidak akan memungut biaya apapun bagi mahasiswa UIN Bandung, masyarakat umum, maupun mahasiswa lain. Jadi kita menekankan supaya vaksin ini adalah barang yang gratis untuk semua,” ucapnya.

Kapan Vaksinasi Dilaksanakan?

“Target dari Dema-U terkait pelaksanaan itu sekitar interval waktu antara 21 Juli sampai 30 Juli 2021. Jadi kita ngejar waktunya setelah agenda PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) selesai.”

Pelaksanaan setelah PPKM selesai dimaksudkan agar mahasiswa dari luar daerah Bandung yang ingin mengikuti vaksin tidak terhambat penyekatan dan halangan lainnya. Adapun Dema-U menaksir agenda vaksinasi dengan 2.000 dosis vaksin akan dilaksanakan selama 4 hari.

Informasi terkait teknis dan waktu pasti pelaksanaan vaksinasi, lanjut Malik, akan dipublikasikan melalui media sosial Dema-UIN Bandung.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments