Tue, 16 April 2024

Menjawab Tantangan Era Milenial dalam Forum Diskusi Tasawuf Psikoterapi

Reporter: Ulfah Dalilah | Redaktur: Reta Amaliyah Shafitri | Dibaca 151 kali

Mon, 21 May 2018
Pemateri sekaligus dosen jurusan Tasawuf Psikoterapi Acep Aam tengah memaparkan perihal peran mahasiswa Tasawuf Psikoterapi dalam menjawab tantangan era milenial pada acara Focus Group Discussion (FGD) sebagai salah satu rangkaian acara Milad Tasawuf Psikoterapi ke-20, Sabtu (19/5/2018). (Aunur Rahman/Kontributor)

JURNALPOSMEDIA.COM—Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tasawuf Psikoterapi gelar acara Focus Group Discussion (FGD) sebagai salah satu rangkaian acara Gebyar Semarak Milad Tasawuf Psikoterapi ke-20. Mengusung tema ‘Alumni berbicara: Mahasiswa Tasawuf Psikoterapi dalam Menjawab Tantangan Era Milenial’ di Aula Fakultas Ushuludin, menjadi forum diskusi sekaligus sebagai ajang silaturahmi mahasiswa dengan para alumnii, Sabtu (19/5/2018). 

Forum diskusi dibuka oleh Ketua Jurusan Tasawuf Psikoterapi, Hasan Mud’is. Ia berujar, alumni Tasawuf Psikoterapi harus lebih bisa menjaga dan menambah terobosan untuk jurusan. Topik yang diangkat tak lain mengenai asal-usul jurusan, dan kesukesan alumni tasawuf psikoterapi dalam menjawab tantangan era milenial.

Ketua jurusan Tasawuf Psikoterapi, Irfan Sopian mengatakan Focus Group Discussion (FGD) merupakan acara perdana yang digelar jurusan Tasawuf Psikoterapi. Diadakannya diskusi semacam itu menurutnya bisa menjadi langkah serta pijakan bagi para alumni, juga menjadi ajang untuk saling berbagi informasi, ide dan gagasan terhadap jurusan Tasawuf Psikoterapi.

“Dengan melihat tema harmoni cinta dalam beraktivitas, berkegiatan harus berdasarkan cinta dan benar-benar mengabdi tanpa ada imbalan,” katanya.

Materi yang disajikan dalam diskusi disampaikan oleh para alumni Tasawuf Psikoterapi sekaligus dosen di jurusan tersebut. Salah satunya Acep Aam yang memaparkan tantangan sebagai mahasiswa Tasawuf Psikoterapi. “Kita harus mengetahui problem persoalan generasi milenial. Jika kita atau jurusan ingin exist, harus bisa mengikuti jaman generasi milenial” ujarnya.

Salah seorang mahasiswa Tasawuf Psikoterapi sekaligus peserta diskusi Ai Yulianti Krismi mengungkapkan rasa bangganya dengan terselenggaranya acara tersebut. Melalui diskusi tersebut, dirinya dapat mengetahui bagaimana sejarah tasawuf psikoterapi dari mulai berdiri pada 1998 hingga hadirnya alumni pertama. “Harapannya semoga mahasiswa Tasawuf Psikoterapi bisa bersaing di era milenial ini.” tutupnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments