Fri, 23 February 2024

Menilik Persiapan UIN Bandung Hadapi PTMT 2022

Reporter: Kurniawan Sidiq | Redaktur: M. Rizky Pratama | Dibaca 360 kali

Tue, 15 February 2022
Gedung Rektorat Kampus 1 UIN Bandung (Kurniawan/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM – UIN Bandung resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor: B-291/Un.05/I.1/PP.00.9/02/2022 tentang pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada Rabu (9/2/2022). PTMT kali ini hanya berlaku untuk mahasiswa semester II, IV, dan mahasiswa yang membutuhkan penyelesaian tugas akhir.

Sebelumnya, UIN Bandung telah melakukan uji coba PTMT pada semester ganjil lalu. Menurut Wakil Rektor I, Rosihon Anwar, pihaknya sudah mempersiapkan fasilitas dan protokol kesehatan untuk pelaksanaan PTMT semester genap tahun akademik 2021-2022.

“Kita sudah uji coba di semester ganjil kemarin, fasilitas sudah ada. Jadi setiap ruangan sudah ada alat cek suhu dan hand sanitizer,” ujarnya, Senin (14/2/2022).

Nantinya, terdapat Gugus Tugas Fakultas yang berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 UIN Bandung untuk menyediakan infrastruktur dan sumber daya manusia pendukung PTMT. Selain itu, pihak kampus juga melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas kota terkait rencana pelaksanaannya.

Lebih lanjut, Rosihon menjelaskan, pihaknya masih melakukan proses pelengkapan fasilitas dalam persiapan pelaksanaan PTMT. Ia juga tidak memungkiri bahwa persoalan jaringan internet sempat menjadi kendala.

“WiFi setiap ruangan sudah bagus ya, soalnya kemarin kendalanya ada di WiFi. Alat-alat untuk hybrid sudah disiapkan di setiap fakultas ada 10 alat, sisanya masih dalam proses kelengkapan,” jelasnya.

Menyinggung soal penularan Covid-19 khususnya untuk varian Omicron, Rosihon menegaskan, pelaksanaan PTMT akan diberhentikan jika ditemukan kasus tersebut. Namun, ia berharap pandemi bisa segera selesai agar perkuliahan tatap muka bisa berjalan normal seperti dulu.

“Kita persiapkan itu semua sampai akhir Februari. Saya berharap di pertengahan UTS itu Covid-19 sudah hilang dan tinggal kita lihat perkembangan ke depannya,” kata Rosihon.

Menanggapi perihal PTMT, Mahasiswa jurusan Sosiologi, Taufiq Rochmat menilai, pembelajaran secara luring lebih efektif dibandingkan pembelajaran secara daring. Taufiq berharap, semua angkatan bisa merasakan kembali perkuliahan tatap muka.

“Ke depannya mungkin tidak hanya untuk angkatan 2020 dan 2021 saja, lebih baiknya semua angkatan tatap muka. Semoga secepatnya bisa belajar tatap muka,” pungkasnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments