Sat, 24 February 2024

Mengenal Lebih Dekat Komunitas LKDM

Reporter: Amalia Rosyidiah Wulandari | Redaktur: Lisna | Dibaca 250 kali

Thu, 26 April 2018
Dok. Pribadi

JURNALPOSMEDIA.COM – Terbentuk atas dasar minimnya minat mahasiswa terkait kajian ilmu hukum di jurusannya, membulatkan niat mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum UIN Bandung ini membentuk sebuah Komunitas yakni Lembaga Kajian dan Debat Mahasiswa Ilmu Hukum (LKDM).

LKDM terbentuk pada 11 Februari 2016 sebuah komunitas yang berdiri sendiri tanpa naungan organisasi lain. Awalnya komunitas ini berangkat dari ide segelintir mahasiswa yang dulunya sering mengkaji tentang ilmu hukum.

“Sebelum itu yang dikaji bukan hanya ilmu hukum tapi juga persoalan lain, dan dalam kajiannya pun ada yang tematik dan ada yang tidak tematik. Kalau yg tidak tematik itu misalnya mengkaji makalah yg dibedah bersama, lama-kelamaan terbentuklah LKDM,” ungkap Ketua Umum LKDM, Khairul Umam saat ditemui Jurnalposmedia, Rabu (25/04/2018).

Kegiatan kajian dan debat ini didirikan dengan tujuan agar membangun sebuah pendidikan yang mumpuni dalam jurusan Ilmu Hukum, dan tidak hanya sekedar debat namun juga mampu menulis serta menyampaikan. Konteks yang dibahas dalam LKDM berfokus pada hukum pidana, perdata, tata negara dan juga sistem hukum yang ada di Indonesia diantaranya hukum islam, ataupun adat.

“Jadi dulu ada dosen yang cukup ahli dan sering menemani teman-teman yang ingin kajian. Kemudian keinginan tersebut itu direalisasikan tiap minggu, yang akhirnya menjadi rutinitas,” kata Khairul.

Seiring berjalannya waktu, komunitas yang menekankan antusias yang tinggi dari setiap anggotanya ini berbuah manis. Beberapa prestasi mampu diraih, dalam waktu satu periode mereka meraih empat kejuaraan dengan membawa nama baik jurusan bahkan universitas.

Lebih lanjut, Ketua LKDM yang kerap disapa Umam tersebut mengatakan bahwa proses untuk menjadi bagian dari LKDM tidaklah mudah. Calon anggota harus melewati beberapa tahap, diantaranya yaitu Gerbang Penerimaan Pengurus Baru (Gapura), Seleksi Menulis (Semen), kemudian Bebas Berekspresi (Besi), dan yang terakhir Pondasi yaitu tahap pengukuhan.

Terakhir, Umam berharap bahwa, “Pokoknya tetap antusias untuk menggapai cita-cita, kalau belum punya antusias yang tinggi segera dibangun dari sekarang. Biar tidak tertinggal dari mereka yg selangkah lebih maju dari kita, dan jangan sampai kita hanya menjadi penonton dari kesuksesan orang lain.” tutupnya.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments