Tue, 16 April 2024

Mengenal Fenomena Remaja Jompo

Reporter: Widi Dwi haspiani | Redaktur: Sopiyani Solihah | Dibaca 710 kali

Mon, 3 July 2023
Sumber Gambar: Goodstats

JURNALPOSMEDIA- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Remaja  adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Sedangkan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Remaja adalah masa rentan usia 10-24 tahun dan belum menikah. Jika dilihat dari usia tersebut dapat diperkirakan remaja adalah para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai mahasiswa.

Masa remaja merupakan masa dimana fisik dan psikis, jiwa dan akal mulai terbentuk sempurna. Pada masa ini remaja memiliki kekuatan lebih besar. Dalam Islam,  remaja digambarkan sebagai kekuatan di antara dua kelemahan, maksudnya masa paling emas karena memiliki kekuatan dari kelemahan masa anak –anak dan kelemahan pada usia tua.

Ir. Soekarno pernah berkata, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Kalimat tersebut berarti pemuda adalah kekuatan bangsa dan penentu perubahan peradaban.  Keberhasilan sebuah negara dilihat dari keberhasilan pemuda atau para remajanya.

Namun, bagaimana jadinya jika para remaja tidak bisa mewujudkan harapan bangsa? Bagaimana jadinya jika para remaja malah tidak memiliki kekuatan sebagaimana mestinya, apalagi remaja saat ini banyak yang mengklaim dirinya sebagai ‘Remaja Jompo’.

Remaja Jompo kini menjadi fenomena yang tidak asing lagi bagi sebagian orang khususnya di Indonesia. Istilah remaja jompo ini adalah sebutan bagi mereka para remaja yang mudah lelah dan lesu seakan tidak memiliki kekuatan untuk memaksimalkan potensi yang ia miliki. Remaja yang selalu malas-malasan, mudah pegal, letih lesu dalam melakukan kegiatan apa pun.

Seharusnya kata jompo itu adalah sebutan bagi seorang yang telah sangat berumur dan benar-benar  tidak memiliki kekuatan karena Menurut KBBI, Jompo memiliki arti tua sekali dan sudah lemah fisiknya.

Memang sangat lucu, ketika usia remaja adalah usia yang masih produktif tetapi mereka harus dijuluki dengan julukan remaja jompo karena kemalasannya, jika seperti ini apakah remaja mampu mewujudkan harapan Bangsa?

Fenomena Remaja Jompo akan mengakibatkan remaja sulit berkonsentrasi dan tidak produktif sehingga tidak bisa menjadi remaja yang kritis, ber-wawasan luas, dan mampu menghasilkan karya.

Sedangkan Indonesia saat ini sedang meningkatkan kualitas dan pemanfaatan Sumber Daya Manusia untuk pembangunan yang lebih maju. Jika kualitas remaja Indonesia saat ini masih perlu dipertanyakan, bagaimana bisa mengambil peran penting terhadap kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Maka dari itu, para remaja perlu meningkatkan keproduktifannya dan mulailah mengembangkan diri.

Jika kualitas remaja Indonesia saat ini masih perlu dipertanyakan, bagaimana bisa mengambil peran penting terhadap kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Maka dari itu, para remaja perlu meningkatkan keproduktifannya dan mulailah mengembangkan diri.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments