Tue, 21 May 2024

Launching Fresh Mini, Majalah Fresh Masa Kini

Reporter: Monica Deasy Deria | Redaktur: Maulida Madini | Dibaca 304 kali

Thu, 13 October 2016
Sejumlah mahasiswa UIN Bandung mengikuti Diskusi Kongko Suaka di KOPMA Student Center Lantai 1, UIN Bandung, Kamis (13/10/2016). Selain berdiskusi, Kongo Suaka mengadakan launching Majalah Fresh Mini perdana Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suaka. (Jurnalpos/Syawal Febrian).
Sejumlah mahasiswa UIN Bandung mengikuti Diskusi Kongko Suaka di KOPMA Student Center Lantai 1, UIN Bandung, Kamis (13/10/2016). Selain berdiskusi, Kongo Suaka mengadakan launching Majalah Fresh Mini perdana Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suaka. (Jurnalpos/Syawal Febrian).

Jurnalposmedia.com – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suaka mengadakan diskusi yang bertajuk Kongko Suaka. Diskusi ini berlangsung di Koperasi Mahasiswa (Kopma) Student Center UIN Bandung, Kamis (13/10/2016).

LPM Suaka menghadirkan Zen RS sebagai pemateri dalam diskusi yang berjudul ‘Media Populer sebagaiPergerakan Mahasiswa. Selain diskusi, kongko suaka ini juga sekaligus memperkenalkan majalah perdana dari LPM Suaka yang bertajuk Majalah Fresh Mini.

Pemimpin Redaksi LPM Suaka, Isthiqonita menuturkan bagaimana akhirnya fresh ini bisa terbentuk. Menurutnya fresh bermula dari suplemen yang terdiri dari empat halaman dalam tabloid bulanan Suaka, yaitu pada halaman tengah yang hadir sejak 6 tahun silam.

“Lahirnya suplemen fresh ini bermula dari bentuk keresahan salah satu pengurus LPM Suaka yang merasa bahwa tidak semua anak muda khusunya mahasiswa UIN Bandung menyukai isu-isu yang ditawarkan LPM suaka seperti birokrasi-birokrasi”, ujar Isthi dalam diskusi, Kamis (13/10/2016).

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, LPM Suaka mencoba menerbitkan sebuah media baru dengan harapan dapat mengcover pengetahuan-pengetahuan anak muda, mahasiswa UIN khususnya.

Ketua Lintas Bidang LPM Suaka sekaligus moderator dalam diskusi, Dede Lukman Hakim menyampaikan bahwa menyukai hal-hal yang bersifat sensasional dan populer merupakan suatu hal yang wajar, tetapi tetap harus disertai dengan  kajian dan wacana.

 “Untuk media sebagai pergerakan mahasiswa itu bukan hanya selalu dalam online ataupun produk-produk jurnalistik yang serius. Tapi disini kita mencoba cara lain yaitu dengan menerbitkan media cetak berupa majalah dengan gaya fresh, nyantai gitu,” terang Dede.

Lebih lanjut, Isthiqonita menyampaikan sekilas tentang isi yang ada dalam Majalah Fresh Mini. Dimana dalam majalah ini suaka tetap berusaha mengemasnya dengan memperlihatkan sisi kesuakaannya dengan adanya narasumber-narasumber yang kredibel.

“Fokus kita itu gaya hidup, tetapi yang sangat dekat dengan kita. Namun suaka tetap mengusahakan bahwa ada wacana yang kita sampaikan, kita memunculkan masalah-masalah yang terjadi dan juga menawarkan solusi atas masalah tersebut. Dengan harapan majalah ini dapat menyelamatkan intelektual khususnya mahasiswa UIN ini,” jelas Isthi.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments