Tue, 16 April 2024

Konsolidasi Internal Mahasiswa UIN Bandung: Runtuhnya Demokrasi Era Rezim Jokowi

Reporter: Silmy Kaffah Mardhotillah dan Nika Sarita Fauziah | Redaktur: Zahra Dwi | Dibaca 140 kali

Sat, 23 March 2024
(Sumber Foto: Silmy Kaffah/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM Mahasiswa UIN Bandung memperkuat persatuan dan menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kondisi politik dan ekonomi saat ini melalui sebuah konsolidasi internal. Kegiatan tersebut digelar secara terbuka di belakang Gedung Anwar Musaddad, Kampus I UIN Bandung. Rabu (20/3/2024).

Dengan tema Runtuhnya Demokrasi Era Rezim Jokowi, Harga Pangan Semakin Menjadi-jadi, acara tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengungkapkan kegelisahan dan kekecewaan mereka terhadap kebijakan yang dinilai tidak memihak kepada kepentingan rakyat.

Ketua Dewan Mahasiswa Universitas (Dema-U), Muhammad Arya Pradana, menggarisbawahi urgensi dari acara tersebut sebagai langkah awal untuk mengingatkan pihak berwenang akan tanggung jawab mereka dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Sebenarnya hari ini adalah konsolidasi untuk membahas ataupun mengingat bahwasanya keadaan Indonesia yang sedang tidak baikbaik saja. Hasil konsolidasi ini akan kita bawa ke konsolidasi besar, khususnya di kawankawan BEM seBandung Raya dan ini akan menjadi bahan untuk kita bagaimana nanti pembahasanpembahasan yang akan disampaikan dengan kawankawan BEM lainnya,” jelas Arya, Rabu (20/3/2024).

Para mahasiswa, khususnya di UIN Bandung mulai mengikis rasa kepeduliannya terhadap isuisu pemerintah, terutama terkait isu nasional. Melalui konsolidasi ini, diharapkan mereka dapat semakin peka terhadap isu-isu yang ada.

Harapannya mahasiswa harus semakin kritis, kembali lagi ke peran masingmasing. Bukan sekadar menjalankan perkuliahan tapi juga menjadi oposisi terhadap pemerintahan, kritis terhadap apa kebijakan yang memang merugikan kepada rakyat,” ungkapnya.

Salah satu partisipan, Zihad Adhari, menyampaikan bahwa keberpihakan kepada masyarakat yang semakin luntur menjadi salah satu alasan kuat bagi mahasiswa untuk bersatu dan mengambil sikap. Ia menyoroti kenaikan harga pangan yang tidak hanya menyusahkan masyarakat umum, tetapi juga tidak memberikan kesejahteraan yang layak bagi petani.

“Stabilitas harga bahan pokok atau pangan itu sendiri, kita menyoroti bahwa di kemudian hari ada beberapa kejadian yang nggak adil ya pada wilayah masyarakat itu sendiri atau bahkan mahasiswa lewat kebijakan UKT. Nah, artinya ini kukira juga mewakili gerakan yang kemudian akan kita lakukan gitu,” tuturnya.

Diskusi tersebut bertujuan membangun semangat persatuan dan kesadaran akan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam menjaga keadilan dan kesejahteraan rakyat, konsolidasi internal tersebut menjadi langkah awal yang penting bagi perubahan yang lebih baik bagi bangsa dan negara.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments