Tue, 26 September 2023

Komunitas Musik untuk Langit, Mengubah Stigma Buruk Musisi Jalanan

Reporter: Luqy Luqman Anugrah/Magang | Redaktur: Putri Restia Ariani | Dibaca 111 kali

Sat, 8 August 2020
komunitas musik untuk langit
Komunitas Musik untuk Langit. Musisi jalanan yang menebarkan syiar Islam dan aktif dalam kegiatan sosial. (Luqy Luqman Anugrah/Magang)

JURNALPOSMEDIA.COM – “Sebetulnya kita ingin mengubah stigma masyarakat yang buruk terhadap pengamen, karena tidak semua seperti apa yang mereka nilai,” tutur salah satu pencetus Komunitas Musik untuk Langit, Gigin (30) kepada Jurnalposmedia. Kamis, (6/8/2020).

Gigin menyampaikan, komunitas tersebut merupakan kumpulan muda-mudi yang sejak dulu hidup di jalanan. Menurutnya, mereka ingin lebih bermanfaat sekaligus menyebarkan syiar Islam dengan cara mengamen menggunakan alat musik yang lebih kreatif. Tak hanya bermodal gitar lagi.

“Kalau dulu kan biasanya hanya gitar dan tamtam, tapi sekarang kita masukin sisi band agar lebih kreatif,” ungkapnya. Setiap satu minggu sekali, Gigin bersama kawan-kawannya pun terjun dalam kegiatan sosial. Yakni, memberikan santunan dari sebagian penghasilannya kepada warga terdampak Covid-19. Terutama, warga sekitar Taman Sari.

Komunitas Musik untuk Langit juga rutin melakukan kegiatan tadarus seusai salat Subuh, kemudian dilanjutkan untuk menyiapkan alat-alat. Mereka mengamen dari pagi hingga pukul 10 malam. Serta, tak lupa beristirahat setiap kali azan berkumandang dan melakukan salat berjemaah.

Kehadiran komunitas yang terbentuk sejak Maret tahun ini pun menebar manfaat kepada orang lain. Hal itu diakui salah satu pedagang di lampu merah Cihampelas, Adeng (40), “Semenjak ada (komunitas) ini, selain menghibur juga yang ngopi jadi banyak karena ingin lihat mereka main. Anak-anaknya juga baik dan sopan,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia.

Tanggapan serupa datang dari Tiara (23). Sembari menikmati alunan lagu dari Komunitas Musik untuk Langit, ia mengaku sangat terhibur. Terlebih kala dirinya merasa lelah saat bekerja di kantor dan membutuhkan hiburan.

Kini, komunitas satu ini sedang membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi masyarakat umum yang ingin menyalurkan kreativitas dan jiwa sosialnya, “Untuk syaratnya sih, cuma ikuti aturan kita. Yaitu, ridho lillahi ta’ala penghasilannya disisihkan untuk kegiatan sosial, juga jangan meninggalkan salat,” pungkas Gigin.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments