Sat, 18 May 2024

JAS Gelar Hari Jadi Ke-2

Reporter: Siti Rahayu | Redaktur: Riska Yunisyah Imilda | Dibaca 128 kali

Wed, 5 April 2017

Bedah buku novel terjemahan Sunda-Indonesia berjudul Deng karya Godi Suwarna dan buku esai karya Pungkit Wijaya dalam acara Jaringan Anak Sastra (JAS) yang bertempat di Aula Abdjan Soelaeman UIN Bandung, Rabu (05/04/2017). (Syawal Febrian/Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM—Jaringan Anak Sastra (JAS) menggelar hari jadi yang ke-2 dengan mengusung tema “Sirna Sastra,” Kegiatan yang digelar untuk seluruh mahasiswa UIN Bandung ini diadakan selama dua hari dan berlangsung di Aula Abdjan Soelaeman UIN Bandung, Rabu (05/04/2017).

Ketua pelaksana Milangkala Jas, Mochammad Alfiansyah menjelaskan makna dari tema “Sirna Sastra” itu sendiri. perpaduan dari kata sir dalam bahasa Arab yang artinya rahasia dan –na dalam bahasa Sunda yang menunjukkan kepemilikkan. Dengan demikian, Sirna Sastra dapat diartikan sebagai rahasianya sastra.

Alfian mengatakan bahwa tema yang diusung kali ini terinspirasi dari banyaknya rahasia dibalik sastra. “Banyak orang-orang, khususnya mahasiswa UIN yang belum mengetahui dibalik sastra itu ada apa. Selama ini tahunya sastra itu puisi, novel dan sebagainya,” kata Alfian.

Serangkaian acara pun digelar untuk memeriahkan hari lahirnya JAS ini. Hari pertama berupa bedah buku novel terjemahan Sunda-Indonesia berjudul Deng karya Godi Suwarna dan buku esai karya Pungkit Wijaya. Sementara di hari kedua akan diadakan bedah sekaligus launching buku Antologi Padamu Puisi karya Jaringan Anak Sastra (JAS) itu sendiri.

Alfian berharap mahsiswa dapat menghidupkan kembali dan memperpanjang eksistensi sastra di kampus UIN. “Saya berharap anak-anak JAS jangan berputus asa dalam berkarya. Dan harapan besar saya, untuk seluruh mahasiswa UIN jangan apatis terhadap sastra. Sastra sebenarnya menyenangkan, oleh karena itu mari teruslah berkarya kita bangun apapun melalui karya sastra.” pungkas Alfian.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments