UIN Bandung Gelar UTBK 2021 Gelombang Pertama

JURNALPOSMEDIA.COM – UIN Bandung menjadi salah satu tempat diselenggarakannya Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama yang dilangsungkan selama 6 hari ke depan. Di hari pertama, Senin, (12/4/2021) terdapat 620 peserta yang mengikuti ujian.

Berangkat dari pencapaian yang cukup baik di tahun 2019, Unpad kembali bekerja sama dengan UIN Bandung.

Penanggung jawab lokasi, Eri Herdiana menjabarkan alasan diadakannya kembali UTBK di UIN Bandung atas dasar keberhasilan penyelenggaraan di 2019 lalu, “Mengingat hasil di tahun 2019, juga untuk mengefisienkan waktu. Serta yang paling utama adalah menyiasati membeludaknya animo peserta ujian di tengah pandemi,” ungkap Eri saat ditemui langsung Jurnalposmedia, Senin (12/4/2021).

Selain itu, diakui Eri, UIN Bandung memiliki fasilitas yang sangat menunjang untuk keberlangsungan ujian ini. Seperti komputer, sinyal internet, dan juga ruangan ujian yang memadai untuk menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah diatur dalam kebijakan UTBK 2021.

Ujian yang dilaksanakan serentak se-Indonesia ini digelar di tengah pandemi. Diperketat dengan protokol kesehatan, membuat pihak UIN Bandung menyediakan tiga tempat. Di antaranya, Gedung Lecture Hall, Laboratorium Saintek, dan Laboratorium Komputer Terpadu.

Pada gelombang pertama, jumlah pesertanya mencapai 12 ribu pendaftar. Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data UIN Bandung, Undang Syarifuddin membenarkan hal tersebut.

“Pada tahun ini, jumlah pendaftar gelombang pertama sebanyak kurang lebih 12 ribu pendaftar. Kami (pihak UIN Bandung) juga menyediakan tiga tempat untuk menunjang keberlangsungan ujian ini,” ujarnya.

Dari tiga tempat tersebut, terdapat 15 ruangan di Gedung Lecture Hall, lima ruangan di Laboratorium Saintek, dan tiga lainnya ada di Laboratorium Komputer Terpadu.

Dibagi ke dalam dua sesi, sesi pertama diperuntukkan kepada Saintek dan sesi kedua diperuntukkan kepada peserta yang mengambil kategori Soshum. Dalam setiap satu sesinya diikuti oleh 310 peserta.

“Kami menyediakan 23 ruangan yang tersebar ditiga lokasi. Kategori Saintek ada disesi pertama, sedangkan sesi kedua untuk kategori Soshum. Dalam satu sesinya, terdapat 310 peserta,” tutur Eri.

Menanggapi masalah-masalah yang sering muncul dalam pelaksanaan UTBK, Eri mengaku bahwa pihaknya telah melakukan perencanaan yang matang. Seperti menyiapkan genset untuk antisipasi mati lampu, berkerja sama dengan provider terkait sinyal internet, dan juga menyiapkan seorang pengawas khusus dibidang teknologi.

UIN Bandung bekerja sama dengan Resimen Mahasiswa UIN (Menwa) dalam menertibkan peserta yang berkaitan dengan protokol kesehatan. Dalam pelaksanaannya, Menwa memiliki beberapa hambatan dalam penertiban prokes.

Salah satu anggota Menwa, Nasution menuturkan, hambatan penerapan prokes itu ketika penertiban peserta sebelum masuk ke ruangan ujian, “Hambatan dalam penerapan prokes yaitu mendisiplinkan para pengantar dan juga peserta ujian. Belum lagi ditambah lokasi uijan yang cukup sulit untuk kami (Menwa) dapat menertibkan peserta sebelum memasuki ruangan ujian,” tuturnya.

Menurut pantauan Jurnalposmedia, Senin (12/4/2021), para peserta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti memakai masker, membawa handsanitizer, mencuci tangan, membawa alat makan dan minum pribadi, peralatan salat, dan tidak kontak langsung antara satu dengan yang lainnya.

Sebelum memasuki ruangan ujian, peserta terlebih dahulu dicek suhu secara bergantian berdasarkan urutan ruangan yang disebutkan oleh petugas.

Salah satu peserta ujian asal Garut, Asep mengeluh tentang kurangnya informasi terkait mekanisme penertiban selama ujian berlangsung.

“Untuk prokes yang dijalani sebenarnya sudah cukup sesuai dengan aturan yang dikeluarkan. Akan tetapi menurut saya para petugas penyelenggara kurang dalam memberikan informasi kepada para peserta ujian. Papan nama perihal lokasi ujian ini sangat penting agar barisannya lebih tertib dan memudahkan para peserta ujian juga,” pungkas Asep.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.