Sun, 28 June 2026

Fidkom Fest 3.0 Resmi Digelar, Futsal Jadi Cabor Pembuka

Reporter: Tia Sutiarsih | Redaktur: Muhammad Fauzan P | Dibaca 1233 kali

Pemain Humas (jersey pink hitam) berebut bola dengan pemain MD (jersey biru hitam) pada pertandingan pembuka fidkom fest 3.0, Senin (11/03/2019) di Lapangan Futsal Zone, Cipadung, Kota Bandung. (Tia Sutiarsih/ Jurnalposmedia)

JURNALPOSMEDIA.COM- Setelah dua kali diselenggarakan, Fidkom Fest kembali digelar pada Senin (11/03/2019). Gelaran Fidkom Fest kali ini mengusung tema  “Berpikir Luas Bertindak Cerdas”. Diikuti oleh semua jurusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Fidkom Fest menjadi ajang bergengsi tahunan yang digelar FDK

Ketua Pelaksana Fidkom Fest 3.0, Dede Robi, mengatakan persiapan untuk Fidkom Fest 3.0 ini sudah dilaksanakan dari jauh-jauh hari,

“Persiapannya sudah jauh-jauh hari, kita sudah melaksanakan technical meeting, persiapan untuk semuanya juga sudah selesai dan hari ini tinggal pengeksekusiannya,” ungkapnya.

Meskipun sejumlah persiapan dirasa sudah matang, namun tetap ada kendala yang tak bisa dihindari. Menurutnya sejumlah hal  menjadi kendala.Salah satunya panitia yang mayoritas merupakan mahasiswa aktif Fakultas Dakwah dan Komunikasi semester 2, yang menurut penuturannya kurang pengalaman dan karena hal itu mengakibatkan kesalahan koordinasi.

Lebih lanjut Dede mengatakan, masalah administrasi dan menentukan tanggal acara pun menjadi kendala yang tak dapat dikatakan mudah.

“Beberapa kali kita merubah tanggal untuk menggelar acara, karena kita harus menyingkronisasikan tanggal dengan sejumlah
agenda jurusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi,”ucapnya.

Meskipun demikian, Fidkom Fest 2019 dapat digelar. Pertandingan futsal antara Manajemen Dakwah (MD) kontra Hubungan Masyarakat (Humas) menjadi pertandingan pembuka pada gelaran acara akbar tahunan ini. Pertandingan ini menjadi pertandingan pembuka yang menyita perhatian penonton, pasalnya kedua kubu bermain apik.

Sejak dimulainya kick off babak pertama kedua kubu langsung melakukan serangan dan tak heran pertandingan menjadi menarik, terlebih dimenit-menit awal MD langsung mencetak gol pertamanya. Pertandingan semakin memanas saat Humas mencetak gol untuk menyamakan kedudukan.

Namun MD tak tinggal diam. Mereka berhasil mencetak gol dan membuat MD memimpin dengan skor 2-1. Hasil tersebut bertahan sampai turun minum. Babak kedua kubu Humas yang menggunakan jersey pink hitam berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan babak kedua.

Hasil imbang tersebut membuat wasit memberikan extra time. Alhasil pada menit-menit awal MD behasil memimpin keadaan dengan skor 3-2.  Skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan. Hasil tersebut menjadikan MD sebagai pemenang dan berhak melaju ke babak semifinal.

Salah satu pemain MD, Ikhsal Ihsandi mengatakan persiapan yang ia dan tim lakukan selama dua minggu sebelum pertandingan. Saat ditanyai tentang perasaannya telah memenangkan pertandingan tersebut, dirinya mengaku senang dan bangga. Ia juga menyampaikan harapannya untuk pertandingan selanjutnya menghadapi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

“Harapan saya, semoga pertandingan selanjutnya MD bisa kembali menang dan bisa lolos ke babak final,” tutupnya.

Bagikan :

Rekomendasi

Menilik Indikator Penilaian Skor Ujian serta Masa Aktif Sertifikat Kursus TOEFA dan TOEFL JURNALPOSMEDIA.COM – Sejalan dengan kegiatan persiapan ujian Test of English for Academics (TOEFA) dan Test of English Foreign Language (TOEFL) yang di adakan oleh Language Center (LC) UIN Bandung, terdapat beberapa indikator penilaian skor ujian serta masa aktif sertifikat kursus bagi mahasiswa. Ketua LC UIN Bandung Abdul Kodir turut menjelaskan, berkenaan dengan skor nilai, setiap tahunnya akan ada beberapa perubahan kebijakan. Hal ini dipicu karena adanya cetakan baru buku Pedoman Akademik di setiap tahunnya. “Jadi kita hanya memberikan keterangan bahwa anda skornya sekian. Nanti umpan-umpannya skornya berlaku atau tidak atau misalkan kurang, maka ya, harus ujian lagi dan kalau mau ujian lagi anda gausah dari ulang harus kursus lagi,” ungkapnya kepada Jurnalposmedia, Rabu (27/7/2022). Skor dan Keuntungan yang Didapat Abdul Kodir kembali menjelaskan, mengenai minimal skor yang diraih oleh setiap mahasiswa itu berbeda-beda, hal ini bergantung pada kebijakan Fakultas dan Program Studi Prodi nya masing-masing. Sementara indikator dan standar penilaiannya dinilai dari listening, reading, dan vocabulary. “Untuk vocabulary nya kita itu ingin mahasiswa UIN itu paham dan mengenal vocab-vocab dengan istilah yang dekat dengan keislaman jadi nanti ada kaya English for islamic student jadi nanti ada vocab yang nanti dekat dengan kajian-kajian keislaman,” ungkapnya. Beralih dari tes tersebut, Abdul kembali menuturkan, para mahasiswa yang mengikuti tes dan kursus keterampilan berbahasa nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa sertifikat kursus. “Masa aktif sertifikat tes TOEFL dan TOEFA ini hanya dua tahun, jika sudah lebih dari dua tahun maka harus tes lagi agar mendapatkan skor TOEFL yang terbaru dan sertifikatnya aktif. Sedangkan sertifikat kursus keterampilan berbahasa bisa aktif seumur hidup,” jelasnya. Tanggapan Mahasiswa Terkait Tes TOEFL dan TOEFA Kursus bahasa yang berujung dengan ujian TOAFL dan TOEFA, sebagai syarat kelulusan ini banyak mendapatkan apresiasi dari mahasiswa yang semangat untuk mengikuti kursus tersebut. Mahasiswi jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Destiana Rosyidah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Desti juga tidak sungkan mengeluarkan kritik dan sarannya untuk program ini. “Hanya saja sertifikat yang nantinya keluar setelah ujian itu hanya bisa di pakai di kampus saja, tidak bisa di pakai untuk kepentingan di luar kampus, semisal untuk melamar beasiswa atau pekerjaan yang membutuhkan sertifikat serupa,” ungkapnya. Ia juga berharap agar dosen pembimbing kursus mulai memperhatikan kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa nya agar mendapatkan hasil maksimal dalam ujiannya. Karena masih banyak dosen pembimbing yang kurang memperhatikan KBM kursusnya. “Tidak semua dosen pembimbing kursus peduli pada mahasiswa kursusnya. Yah

Tinggalkan komentar pertama