Sun, 21 April 2024

Dipelopori UGM, Inilah Sejarah Awal Mula KKN

Reporter: Nur Zaida | Redaktur: Hilma Halimah | Dibaca 776 kali

Sat, 16 July 2022
Sumber: Instagram @fitriisolehah

JURNALPOSMEDIA.COM­– Sebagai salah satu lembaga pendidikan, perguruan tinggi berperan penting dalam pembentukan mahasiswa yang berkualitas. Perguruan tinggi juga berperan sebagai wadah yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi agent of change atau harapan bangsa Indonesia.

Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan unggul, cerdas, dan kreatif sehingga dapat bersaing dalam lingkup nasional maupun internasional.

Mengenal Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Peran perguruan tinggi tidak lepas dari Tridharma Perguruan Tinggi yang menyangkut tiga aspek, yaitu pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Salah satu implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi yang ketiga ialah Kuliah Kerja Nyata (KKN).

KKN merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa semester akhir sebagai salah satu syarat kelulusan pendidikan S1. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk memiliki karakter peduli terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

Mahasiswa juga harus dapat memberikan solusi terbaik pada setiap permasalahan tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal dan menghargai segala perbedaan yang ada di masyarakat.

Lalu, seperti apa sejarah awal mula kegiatan KKN ini mulai dilaksanakan? Daripada penasaran, simak langsung artikel ini, yuk!

UGM Sebagai Pelopor KKN

Dilansir dari kkn.ugm.ac.id, KKN pertama kali diadakan pada tahun 1951 sebagai kegiatan Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang dilaksanakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengirim mahasiswa sukarelawan ke luar Pulau Jawa untuk mengajar dan mendirikan beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kegiatan ini dilakukan karena kurangnya tenaga pengajar pada saat itu. Sebanyak 1.218 mahasiswa ikut terlibat dalam kegiatan PTM ini dan berhasil mendirikan 109 SMA di luar Pulau Jawa.

Kegiatan PTM ini terpaksa dihentikan pada tahun 1962 karena terjadi krisis ekonomi di Indonesia. Namun, mahasiswa UGM tetap melakukan pengabdian dan memberikan inovasi baru untuk kegiatan ini.

Pada tahun 1964, kegiatan pengabdian ini dilanjutkan dengan inovasi ke dalam empat bidang, yaitu bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, dan keteknikan.

KKN Menjadi Bagian dari Pendidikan di Indonesia

Pada tahun 1971, kegiatan KKN ini dipatenkan sebagai kegiatan intrakurikuler yang bersifat pilihan oleh Kepala Direktorat Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. H. Koesnadi Hardjosoemantri, S.H. Beliau menunjuk tiga perguruan tinggi sebagai perintis dari kegiatan KKN ini, yaitu Universitas Andalas untuk wilayah barat, Universitas Gadjah Mada untuk wilayah tengah, dan Universitas Hasanuddin untuk wilayah timur.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini mewajibkan mahasiswa untuk tinggal selama minimal tiga bulan di desa yang telah ditetapkan.

Pada tahun 1972, dilaksanakan rapat antar rektor universitas di Indonesia untuk membahas kegiatan KKN yang akan dijadikan sebagai bagian dari pendidikan di Indonesia. Hal tersebut berdasarkan perintah dari Presiden Soeharto kala itu.

Kemudian, KKN menjadi sebuah program pendidikan nasional yang diikuti oleh 13 universitas di Nusantara, yaitu Universitas Syah Kuala, Universitas Sumatra Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Udaya, Universitas Lampung, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Pattimura.

Pengesahan Istilah KKN dan Perkembangannya

Dilansir dari pengabdian.ugm.ac.id, istilah Kuliah Kerja Nyata (KKN) disahkan melalui Seminar Internasional Study Service Activities yang diadakan pada tanggal 17-18 November 1972. KKN ini berfokus untuk membangun karakter dan jiwa mahasiswa yang mengabdi kepada negara sebagai wujud dari cinta tanah air.

Seiring dengan berjalannya waktu, kegiatan KKN ini tentu mengalami perkembangan. Mulai dari KKN Reguler, KKN Tematik, hingga KKN Internasional. Kegiatan KKN ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa terutama dalam menumbuhkan jiwa sosial bermasyarakat dan mengasah skill yang dimiliki.

Nah, sudah tahu kan awal mula terjadinya KKN? Jangan lupa ya, KKN ini wajib dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan Pendidikan S1.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments