Sat, 18 May 2024

Dampak Pandemi, Persediaan Darah di PMI Berkurang

Reporter: Suryadi | Redaktur: Ghina Tsuroya | Dibaca 341 kali

Thu, 17 September 2020
donor darah
Sumber: pinterest

JURNALPOSMEDIA.COM— Dampak dari pandemi Covid-19 menyebabkan persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) mengalami penurunan yang signifikan. Hal itu diakui Wakil Ketua PMI Sumedang, Deni Masdianto.

Ia menuturkan bahwa stok darah yang kini tersedia belum bisa memenuhi kebutuhan darah untuk beberapa rumah sakit di Sumedang. Menurutnya, menyusutnya jumlah pendonor di masa pandemi menjadi alasan utama hal itu bisa terjadi.

Kegiatan donor darah yang biasanya dilakukan di kampus atau di suatu instansi kini harus dihentikan. Mengingat hampir seluruh kegiatan pendidikan dan perkantoran terpaksa harus dirumahkan.

“(Karena) mayoritas pendonor terbanyak di Sumedang itu dari mahasiswa. Tapi sekarang sudah jarang, karena kegiatan (perkuliahan) sudah dilakukan via daring. Jadi sekarang kebanyakan dari donor pengganti, seperti dari pihak keluarga (pasien) yang membutuhkan darah,” jelasnya, Selasa (15/9/2020).

Ia menambahkan, PMI Sumedang cukup gencar melakukan ajakan agar masyarakat menyempatkan waktu untuk mendonorkan darah. PMI Sumedang juga menerapkan protokol kesehatan agar pendonor merasa lebih aman dan nyaman saat melakukan proses donor darah.

Pelayanan kesehatan dengan mengikuti standar Covid-19 juga dilakukan oleh PMI Bogor. Sejak Maret lalu, PMI Bogor rutin melakukan penyemprotan disinfektan ke pemukiman, tempat ibadah, hingga pasar.

Seorang relawan, Thalita Laudza Winata, mengatakan PMI Bogor telah melakukan beberapa upaya dalam menghadapi pandemi ini. Di antaranya mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) serta memberikan fasilitas air dan sabun untuk mencuci tangan.

“Bantuan lainnya (yaitu) toren (tangki) air dan sembako untuk beberapa kecamatan. Nantinya akan ada bantuan non-tunai berupa masker dan poster-poster cara cuci tangan yang benar serta hotline agar bisa berkonsultasi dengan beberapa dokter,” ungkap Thalita.

Baik Deni dan Thalita, keduanya berharap agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas. Dikarenakan hal tersebut memiliki dampak yang besar bagi diri sendiri maupun orang lain.

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments