Sat, 24 February 2024

Dakwah Digital, Bisa Jadi Peluang dan Ancaman

Reporter: Muhammad Rizky Pratama/Prise | Redaktur: Ghina Tsuroya  | Dibaca 218 kali

Wed, 1 December 2021
dakwah
Konferensi dakwah dan media Islam bertajuk “Prospek Dakwah Digital di Era Pandemi: Peluang, Tantangan, dan Dinamika” yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Bandung, Selasa, (30/11/2021).

JURNALPOSMEDIA.COM – Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaidi sebut dunia dakwah alami disrupsi di tengah pesatnya perkembangan media digital. Kehadiran teknologi menyebabkan perubahan cara berpikir masyarakat tentang dakwah.

“Dulu kita berpikir pendakwah adalah ulama yang harus lulusan pesantren, tapi sekarang ini kita semua bisa menjadi pendakwah,” tutur Irfan dalam konferensi dakwah dan media Islam bertajuk “Prospek Dakwah Digital di Era Pandemi: Peluang, Tantangan, dan Dinamika” pada Selasa, (30/11/2021).

Irfan menambahkan, telah terjadi pergeseran peran dakwah dalam dunia digital. Hal ini tercermin dari eksistensi ulama yang bukan menjadi satu-satunya orang yang dapat menggerakan khalayak dengan pesan dakwahnya. Orang lain yang bukan ulama pun, menurutnya, dapat mempengaruhi khalayak meski informasi yang disampaikan tidak sesuai fakta. Inilah yang akhirnya menjadi ancaman dan tantangan dunia dakwah di ranah digital.

Konferensi yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Bandung ini juga menghadirkan guru Besar FDK UIN Bandung, Asep Saeful Muhtadi. Menurutnya, kehadiran media digital mampu menjadi peluang dakwah karena memberi kemudahan informasi bagi seseorang untuk mengakses ilmu agama.

“Media (digital) sanggup memfasilitasi lebih banyak kebutuhan sehari-hari umat manusia, termasuk agama dan spiritualitas. Media baru dapat menggantikan peran ulama karena saat ini banyak orang belajar agama tidak lagi melalui kiai, tetapi melalui media,” ujarnya.

Kendati begitu, Asep mengungkap prospek dakwah digital juga dapat terjebak pada kegiatan komersil yang mengutamakan keuntungan dan mengesampingkan nilai dari dakwah itu sendiri. Oleh sebab itu, lanjutnya, kita harus berhati-hati dalam memanfaatkan media untuk berdakwah.

Terlepas dari tantangan dakwah digital, Pengamat Komunikasi Publik, Mahi M. Hikmat berpesan bahwa kegiatan dakwah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan media digital saat ini. Teknologi memiliki peran penting dalam dunia dakwah dengan memberi kemudahan dengan menyampaikan informasi secara luas, “Digitalisasi merupakan instrumen yang sangat penting dalam berdakwah. Pengguna digital di dunia sangat besar sehingga ruang lingkup dakwah (juga) menjadi lebih luas.”

Bagikan :
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments