Belum Final, Rencana Kuliah Tatap Muka UIN Bandung Pertimbangkan Kondisi Kasus Covid-19

JURNALPOSMEDIA.COM- Rencana kuliah tatap muka UIN Bandung belum menemui keputusan final, kondisi kasus Covid-19 masih menjadi pertimbangan utama pihak kampus.

Meski surat edaran terkait pelaksanaan perkuliahan tatap muka yang dikeluarkan pada 13 September sudah disebar, tetapi pihak kampus melalui Wakil Rektor I, Rosihon Anwar menyebut masih mempertimbangkan waktu pasti pelaksanaan kuliah tatap muka di UIN Bandung.

“Persiapan kita lakukan. Tapi masih memantau kondisi Covid-19,” ucap Rosihon, Senin (20/9/2021).

Sebelumnya, jajaran birokrat fakultas menerima pemberitahuan terkait rencana perkuliahan tatap muka. Di dalamnya memuat persiapan yang harus dilakukan, seperti mengontrol kembali setiap fasilitas dan membersihkan setiap ruangan yang ada di fakultas.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI), Dudang Gojali mengamini bahwa al-Jami’ah belum memberikan waktu pasti pelaksanaan kuliah tatap muka, “Waktunya belum ditentukan. Baru (pemberitahuan) persiapan sebagai antisipasi jika ada perubahan. Termasuk izin dari gugus Covid-19,” ungkapnya, Senin, (20/9/2021).

Merespons surat edaran, Dudang megatakn FEBI tengah melakukan renovasi di beberapa ruang kelasnya. Selain itu, ia dan jajarannya juga sedang memformulasikan terkait sirkulasi mahasiswa jika kuliah tatap muka dilaksanakan.

“(Misalnya) dengan menyiapkan penjagaan serta pengawasan terkait protokol kesehatan. Namun sejauh ini para dosen belum diberikan sosialisasi serta simulasi secara masif tentang mekanisme perkuliahan tatap muka di tengah pandemi,” imbuhnya.

Ia membeberkan sistem pembelajaran tatap muka kemungkinan besar akan dilaksanakan secara hybrid, “Modelnya kan dalam lapangan itu bisa jadi berapa persen, jadi ada ketentuannya. Misalkan kalau menurut ketentuan PPKM, gedung itu harus diisi 50%. Berarti ada yang kuliah di luar (daring) dan di dalam (luring/tatap muka). Metode serta aplikasi juga disiapkan apabila terjadi metode ini.”

Terakhir, Dudang mengimbau agar mahasiswa bisa mempersiapkan diri apa pun keputusan kampus nanti, “Jadi harapan saya kita harus siap menghadapi dunia yang serba digital. Yang penting mahasiswa siap menghadapi situasi perubahan.” pungkasnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.