JURNALPOSMEDIA.COM–Aksi kamisan UIN Bandung kali ini digelar di tempat berbeda, Kamis (13/9/2018). Aksi damai yang biasa dilangsungkan di halaman Gedung Rektorat harus beralih ke depan Aula Anwar Musaddad karena tengah direnovasi. Dengan tema besar September Hitam, Aksi Kamisan ke-9 memfokuskan pembahasan terkait kejahatan kemanusiaan yang terjadi sepanjang September sejak Indonesia merdeka hingga hari ini. Aksi Kamisan juga sebagai langkah mengkampanyekan isu-isu kejahatan kemanusiaan yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Salah satu peserta aksi, Bagus mengatakan, aksi difokuskan pada orde baru karena saat itu banyak agenda-agenda pembantaian kemanusiaan, intimidasi, dan penyiksaan. Salah satu kejadian pada September adalah kasus kematian Munir, yang menjadi bagian dari rentetan peristiwa mengenaskan selama September.
Tak hanya Bagus, salah satu Dinamisator, Jaya mengatakan isu yang diangkat berdasarkan kejadian pasca 1998 dimana banyak terjadi tragedi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, seperti peristiwa Tanjung Priok dan Semanggi II. Menurutnya, peristiwa-peristiwa tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. “Disini, kita mengadakan kampanye bahwa kita tidak sedang baik-baik saja,” ujarnya.
Baik Bagus maupun Jaya berpesan, peristiwa kelam tersebut jangan sampai terlupakan. Mereka juga mengajak mahasiswa agar aktif menyuarakan isu-isu kemanusiaan karena hal semacam itu sangat sensitif bagi negara, namun harus diungkap. “Kedepannya, saya berharap mahasiswa tetap konsisten di saat kualitasnya sudah terbentuk dan melakukan gerakan-gerakan perubahan. Jangan lupa untuk berliterasi, berdiskusi, dan aksi.” pungkas Jaya.